Kesepakatan kerja sama tersebut tertuang dalam "Letter Of Intent" (LOI) yang ditandatangani Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Duta Besar Denmark, Rasmus Abildgaard Kristensen di Ruang VIP Bandara Internasional Lombok, Rabu.
Gubernur NTB Zulkieflimansyah menyambut baik kerja sama tersebut, karena sesuai dengan visinya menghadirkan banyak investor dan pengusaha ke NTB untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Hadirnya para investor tersebut harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat NTB," ujarnya.
Zulkieflimansyah menegaskan Lombok memiliki keindahan dibanding daerah lain. Apalagi pada tahun 2021, NTB akan menjadi tuan rumah Motto GP. Maka, tentunya perhelatan tersebut akan menarik para wisatawan hingga ratusan ribu orang.
Hal ini tentu membuat pemerintah pusat akan memberikan perhatian dan prioritas khusus bagi NTB. Sebab, MottoGP menurut gubernur tidak hanya semata urusan wisata. Namun, di saat yang sama pemerintah membutuhkan sumberdaya energi. Kerja sama ini, katanya, akan memberikan keuntungan bagi rencana kegiatan tersebut.
"Tugas pemerintahan, saya adalah memastikan daerah ini aman. Sehingga para investor banyak yang datang," tegasnya.
Gubernur berharap pengembangan energi terbarukan ini tidak hanya di Lombok. Namun juga di Pulau Sumbawa. Apalagi saat ini para peneliti menemukan potensi tambang batu bara terbesar ada di Sumbawa. "Saya harap kerjsama ini segera dikonkritkan," ucapnya.
Adapun bidang kerjasama yang tertuang dalam LOI antara Pemprov NTB dan Denmark yakni sektor energi, sektor lingkungan dan kerjasama terkait business to business (B2B) dan investasi antara NTB dan Denmark.
Untuk sektor energi dan lingkungan, baik Pemprov NTB maupun Denmark sepakat untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil melalui perencanaan energi jangka panjang dan pengembangan sumber energi yang terjangkau dan berkelanjutan serta peningkatan efisiensi energi.
Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk menumbuhkan ekonomi hijau dan berkelanjutan dengan pengelolaan lingkungan yang baik dan mengeksplorasi sumber daya berharga melalui ekonomi sirkular. Sehingga mengurangi dampak negatif lingkungan terhadap mata pencaharian, ekonomi dan kesehatan.
Kedua belah pihak juga berniat untuk menyatukan sumber daya untuk mendukung transisi hijau dengan meningkatkan pangsa energi terbarukan, meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca di NTB.
Sektor lingkungan hidup, NTB dan Denmark berniat untuk mempromosikan dan meningkatkan pembangunan ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah padat atas dasar saling menguntungkan, pengalaman dan prestasi.
Dari kedua sektor tersebut, kedua belah pihak saling mendukung, meningkatkan, memajukan aksesibilitas, memperluas kemitraan B2B dan investasi yang umumnya terkait dengan para pihak, melanjutkan dan mempromosikan investasi yang saling menguntungkan dalam kerja sama di masa yang akan datang antara keduanya.
Duta Besar Denmark, Rasmus Abildgaard Kristensen menyambut baik kerjasama itu. Bahkan pihaknya telah melakukan studi kelayakan di berbagai wilayah di NTB ini. Menurutnya NTB memiliki potensi yang baik untuk pengembangan energi terbarukan. Termasuk penggunaan sampah untuk diolah menjadi energi yang bermanfaat.
Selain itu, kerjasama ini memungkinkan kedua daerah saling bertukar teknologi untuk mengembangkan sumber daya energi terbarukan. Ia berjanji, ?setelah tanda tangan kerjasama ini, pihaknya akan mekukan hal-hal konkrit sebagai tindak lanjut kerjasama tersebut.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026