Delegasi sekolah militer Korut akan mengunjungi Rusia

id Delegasi pelatihan militer Korut,Kunjungan, Rusia

Delegasi sekolah militer Korut akan mengunjungi Rusia

Arsip foto - Parade militer untuk memperingati 70 tahun gencatan senjata Perang Korea di Pyongyang, Korea Utara, (27/7/2023). ANTARA FOTO/KCNA via REUTERS/aww.

Ankara (ANTARA) - Delegasi dari sekolah militer paling bergengsi di Korea Utara (Korut) berangkat ke Rusia di tengah meningkatnya kerja sama pertahanan antara kedua negara, menurut laporan media pemerintah pada Selasa.

Dipimpin oleh Presiden Universitas Militer Kim Il Sung, Kim Kum-chol, rombongan itu berangkat dari Pyongyang sehari sebelumnya untuk mengunjungi Akademi Militer Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Tidak ada keterangan resmi tentang tujuan kunjungan delegasi tersebut, tetapi tampaknya kunjungan itu ditujukan untuk meningkatkan pertukaran dan kerja sama antara lembaga pendidikan militer Korut dan Rusia.

Perkembangan itu terjadi beberapa hari setelah Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu mengunjungi Pyongyang dalam kunjungan keduanya dalam waktu kurang dari dua pekan. Kim terakhir kali mengunjungi Rusia pada Juli 2024, setelah Korut dan Rusia menandatangani perjanjian pertahanan bersama pada bulan sebelumnya.

Baca juga: Sikap Putin dalam konflik Rusia-Ukraina (Bagian 3)

Dia termasuk di antara individu Korut yang ditambahkan ke daftar sanksi AS pada Desember tahun lalu sehubungan dengan dukungan Korut terhadap perang Rusia melawan Ukraina, menurut Kantor Berita Yonhap.

Universitas Militer Kim Il Sung, yang dinamai sesuai nama pendiri Korut, merupakan lembaga pelatihan bagi perwira militer. Dalam perkembangan terkait, lembaga penyiaran pemerintah Korut menayangkan gambar pemimpin Kim Jong Un yang sedang berduka atas prajuritnya yang diyakini tewas dalam perang Rusia-Ukraina.

Dirilis oleh Televisi Sentral Korea, gambar-gambar itu menunjukkan Kim dengan khidmat meletakkan bendera Korut di atas peti mati selama upacara pengembalian jenazah tentara Korut yang dikerahkan dan tewas dalam konflik tersebut.

Pada pekan lalu, badan intelijen Korea Selatan (Korsel) mengklaim bahwa Korut kemungkinan akan mengirim lebih banyak pasukan ke Rusia dalam dua bulan ke depan.

Korut mengerahkan ribuan tentara untuk membantu Rusia dalam perang Ukraina menyusul penandatanganan perjanjian kemitraan strategis oleh pemimpin Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Pyongyang pada Juni 2024.

Baca juga: Pertemuan bersejarah: Putin jamu 14 pimpinan kantor berita dunia (Bagian 1)

Kepala keamanan Rusia Shoigu baru-baru ini mengatakan Korut akan mengirim 6.000 personel ke Rusia, termasuk 1.000 insinyur tempur dan 5.000 orang yang membangun infrastruktur militer, guna membantu upaya pembersihan ranjau dan rekonstruksi di wilayah Kursk yang berbatasan dengan Ukraina.

Pada April, badan mata-mata Korsel mengklaim bahwa Korut kemungkinan kehilangan sekitar 4.700 korban jiwa saat bertempur bersama pasukan Rusia dalam perang Rusia-Ukraina, dengan 600 di antaranya dipastikan tewas.

Sumber: Anadolu

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.