Mataram, 3/9 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengembangkan masyarakat pesisir berbasis rumput laut sebagai tindaklanjut dari program revitalisasi bidang kelautan dan perikanan.
"Bahkan sudah dibentuk Forum Masyarakat Rumput Laut (Formula) yang akan berperan memotivasi masyarakat pesisir untuk mengembangkan rumput laut," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan NTB, H Mohammad Ali Syahdan, saat berbicara dalam pertemuan koordinasi lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) NTB di Mataram, Kamis.
Ia mengatakan, secara nasional pemerintah telah menetapkan revitalisasi bidang kelautan dan perikanan dan komoditas yang dipilih adalah tuna, udang dan rumput laut.
Namun rumput laut merupakan komoditas unggulan yang saat ini lebih banyak diandalkan sebagai komoditi ekspor terbesar di bidang perikanan dan kelautan. Bahkan, rumput laut produk Indonesia menempati urutan pertama eksportir komoditi perikanan dan kelautan di dunia.
Sementara komoditi tuna Indonesia saat ini mulai kurang dapat bersaing di pasaran, karena adanya regulasi yang ketat dari negara importir dan kurang dapat bersaingnya produk udang Indonesia dengan negara tetangga seperti Thailand dan China.
Karena itu, NTB mencanangkan gerakan masyarakat pesisir berbasis rumput laut dengan target produksi di tahun 2013 yakni produksi rumput laut kering sebanyak 546.626,40 ton dengan kualitas rumput laut standar ekspor.
"Diharapkan terbangunnya pabrik karaginan di Pulau Lombok dan Sumbawa yang akan menyerap tenaga kerja sebanyak 149.140 orang dengan perkiraan pendapatan pembudidaya sekitar Rp3,35 triliun rupiah," ujarnya.
Menurut Syahdan, Provinsi NTB berpotensi menghasilkan sebanyak 800 ribu ton rumput laut pada areal seluas 41 ribu hektare.
Produksi rumput laut terus mengalami peningkatan dari sebanyak 32 ribu ton lebih di tahun 2006 menjadi 36 ribu ton lebih di tahun 2007 dan hampir 70 ribu ton di tahun 2008.
Target produksi rumput laut di tahun 2009 sebanyak 170 ribu ton sesuai potensi yang ada.
Sementara jumlah petani nelayan rumput laut sudah mencapai 6.000 orang dan akan terus diupayakan agar semakin bertambah demi pencapaian target maksimal.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026