Mataram, 4/9 (ANTARA) - Wilayah Jawa Barat (Jabar) setelah pada 2 September diguncang gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR) yang berpusat di Tasikmalaya, Jumat juga diuncang gempa berkekuatan 5,6 SR berpusat di daerah Ujung Kulon, sementara periaran Nusa Tenggara Barat hari ini berpotensi cukup tinggi.

Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa yang mengguncang wilayah Jabar tersebut terjadi pada pukul

07.52.08 WIB di posisi 6,52 derajat  Lintang Selatan  - 104,68 derajat  Bujur Timur di kedalaman 15 kilometer atau 95 kilometer Barat Laut Ujung Kulon. 

Pada 2 September gempa yang berpusat di sekitar Tasikmalaya berkali-kali mengguncang wilayah Jabar dan sebagian  daerah sekitarnya. Gempa pada hari itu pertama terjadi pada pukul 14.55:00 WIB dengan kekuatan 7,3 SR. Gempa itu berada di posisi  8,24 derajat LS - 107,32 derajat BT di kedalaman 30 kilometer atau 142 kilometer Barat Daya Tasikmalaya.

  Setelah itu, gempa susulan berkekuatan 5,1 SR terjadi pukul 15.15.55 WIB di posisi 8,17 derajat LS - 107,30 derajat BT  di kedalaman 38 kilometer atau 138 kilometer Barat Daya Tasikmalaya. Sedangkan gempa berkekuatan 5,4 SR terjadi

pada 16.28.45 WIB di posisi  8,14 derajat LS - 107,28 derajat BT  di kedalaman 15 kilometer atau 137 kilometer Barat Daya Tasikmalaya.

   Masih berdasarkan data BMKG,  tinggi gelombang sejumlah perairan di Indonesia, termasuk perairan NTB  cukup tinggi.

Ketinggian gelombang antara 2 - 3 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, perairan utara dan barat Aceh, perairan barat Nias hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, serta perairan selatan Jawa hingga NTB.

  Selain itu, Laut Timor, Laut Natuna, Selat Makassar bagian selatan, perairan Kepulauan Sangihe Talaud, Laut Maluku bagian utara, Laut Halmahera, Laut Banda, perairan Kepulauan Aru, perairan Kepulauan Kai dan Kepulauan Tanimbar.

Ketinggian gelombang 3 - 4 meter berpotensi  di Samudera Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Laut Arafuru, perairan Merauke, sedangkan ketinggian gelombang  4 - 5 meter berpotensi terjadi di Laut Andaman dan Laut Cina Selatan.(*)

 

 



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026