Mataram (ANTARA) - Pengurus Pemuda Nahdlatul Wathan (NW) Nusa Tenggara Barat menggelar Seminar Kepahlawanan untuk generasi muda dalam rangka memperkuat patriotisme dan menginspirasi mereka untuk meneruskan perjuangan para pahlawan bangsa.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda NW Dr Lalu Fauzi Hariyadi di Mataram, Minggu, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh PW Pemuda NW NTB bekerja sama dengan PD Pemuda NW Kota Mataram.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan bangsa.
“Kegiatan ini penting sebagai bahan renungan tentang bagaimana para pahlawan memiliki jiwa patriotisme tinggi dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia saat mengusir penjajah,” ujarnya.
Ia mengatakan Pemuda NW merupakan motor penggerak perjuangan, bukan sekadar penikmat hasil perjuangan. Oleh karena itu, setiap kader Pemuda NW harus siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
“Pemuda NW harus siap siaga dalam berbagai bidang, baik sosial, pendidikan, maupun keagamaan. Pemuda NW tidak boleh diam apalagi vakum dalam perjuangan, sebab guru besar kita, Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, adalah seorang Pahlawan Nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PW Pemuda NW NTB Hasanah Efendi mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Pahlawan tahun ini. Pemuda NW NTB menggelar berbagai kegiatan yang tersebar di sejumlah daerah di Pulau Lombok.
“Misalnya, PD Pemuda NW Lombok Tengah melaksanakan jalan sehat, PD Pemuda NW Kota Mataram menggelar seminar kepahlawanan, dan puncaknya akan dilaksanakan apel bendera pada 10 November 2025 di Lapangan Umum Hj. Siti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid, Anjani,” katanya.
Baca juga: PBNW: Gapai Indonesia emas 2045 dengan tiga pilar utama
Selain seminar, kegiatan lain yang dilaksanakan meliputi napak tilas, lomba menghafal biografi Pahlawan Nasional asal NTB TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, deklamasi puisi kepahlawanan, cover lagu ciptaan sang pahlawan, lomba mewarnai tingkat TK/RA/PAUD, fun bike, serta jalan sehat.
Sementara itu, Prof. Fakhrurrazi dalam pemaparannya mengatakan sikap patriotisme telah melekat dalam diri setiap pahlawan yang rela berkorban demi kemerdekaan bangsa.
Baca juga: Jejak panjang Nahdlatul Wathan di Nusa Tenggara Barat
“Sebagai generasi pelanjut perjuangan, kita harus mewarisi sikap tersebut. Terlebih di era digitalisasi saat ini, banyak cara yang bisa dilakukan untuk melanjutkan dasar perjuangan para pahlawan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam refleksi terhadap perjuangan Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, terdapat tiga hal yang perlu diingat, yakni refleksi fondasi perjuangan, refleksi sejarah, dan refleksi amanah dalam melanjutkan perjuangan.