Jakarta (ANTARA) - Badan Wakaf Indonesia (BWI) mengajak masyarakat untuk mengikuti ajang kompetisi lari sekaligus berwakaf lewat gelaran Waqf Run 2025 yang dihelat di Plaza Tenggara Senayan, Jakarta, Minggu (14/12).
“Intinya adalah mengajak masyarakat Indonesia, warga bangsa, untuk bersama-sama berlari sambil berwakaf. Jadi, kita berwakaf dengan cara-cara yang gembira, dengan cara-cara yang sehat,” ujar Ketua BWI yang juga Sekjen Kemenag, Kamaruddin Amin di Jakarta, Jumat.
Kamaruddin Amin mengatakan gelaran lari ini menjadi penyelenggaraan yang kedua kalinya oleh BWI. Sambil berolahraga, BWI ingin masyarakat juga mengetahui lebih jauh soal wakaf. Apalagi, hingga saat ini, kata dia, banyak yang masih menganggap bahwa wakaf diidentikkan dengan tanah kuburan, masjid/mushalla atau sekolah. Padahal, bentuk-bentuk instrumen wakaf memiliki cakupan luas, seperti wakaf uang atau wakaf produktif lainnya.
“Kita mengajak masyarakat Indonesia sambil berwakaf, sambil berlari. Olahraga ini adalah medium komunikasi universal kepada seluruh masyarakat tanpa ada sekat apapun. Sehingga, kita menganggap insya Allah ini akan menjadi salah satu cara yang efektif,” ujar Kamaruddin.
Baca juga: Kenalkan gerakan Indonesia Berwakaf di forum wakaf dan zakat dunia
Ia menjelaskan biaya pendaftaran sebesar Rp200 ribu akan dioptimalkan ke dalam berbagai instrumen kemanusiaan. Senilai Rp50 ribu akan diinvestasikan untuk wakaf produktif dan Rp150 ribu digunakan untuk bantuan bagi warga terdampak bencana di Sumatera dan anak-anak di Gaza.
BWI menargetkan target peserta mencapai 2.500 orang dan pendaftaran masih dibuka hingga Sabtu (13/12).
Baca juga: Pertamina pamerkan 100 lebih produk UMKM Gernas BBI-BWI
“Nanti wakafnya kita investasikan. Hasil investasinya kita memberikan bantuan yang disebut dengan Mauquf 'Alaih. Mauquf ‘Alaim itu diberikan kepada masyarakat dalam berbagai diversifikasi program,” ujar dia.
Ia mengatakan bisa berbentuk beasiswa, bisa pemberdayaan UMKM, bisa membantu masyarakat yang lemah. "Jadi kalau wakaf ini tidak terbatas pada entitas-entitas tertentu. Tapi, bisa untuk apa saja, untuk kebaikan, untuk membantu masyarakat,” kata Kamaruddin Amin.