Bitung, Sulawesi Utara (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menggarisbawahi pentingnya persiapan dan pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan gas bumi subsidi menjelang momen Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2026.
“Persiapan ini berkaitan dengan kuota BBM subsidi dan kompensasi negara, baik itu Jenis BBM Tertentu (JBT) maupun Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP),” kata Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam keterangannya di Bitung, Sulawesi Utara, Kamis.
Wahyudi menilai penambahan stok perlu dilakukan oleh Pertamina untuk memastikan dan mengantisipasi tidak terjadi antrean maupun kekurangan BBM ketika Ramadhan dan Idul Fitri tiba bulan depan.
“Kita baru mulai awal tahun dan nantinya dalam mekanisme distribusi maupun penyaluran, baik di Fuel Terminal maupun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Pertamina akan melakukan build up stok,” ujar dia.
Ketahanan stok nasional di atas batas minimum, lanjut Wahyudi, dapat menjadi awal bagi Pertamina untuk melakukan penyesuaian stok di setiap titik Integrated Terminal dan Fuel Terminal yang tersebar di wilayah regional maupun penghubung utama di wilayah kabupaten/kota.
Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman menegaskan, pengawasan penyaluran BBM subsidi yang lebih ketat perlu dilakukan, mengingat konsumsi BBM subsidi tahun 2025 khususnya minyak solar meningkat sekitar 4 persen dari tahun 2024.
Baca juga: Pertamina mempertahankan peringkat ESG tertinggi subindustri migas global
“Kita sinergi pengawasan dengan rekan-rekan Pertamina Patra Niaga yang lebih intensif lagi agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran, tepat volume dan tepat guna”, kata Harya.
Senada, Anggota Komite BPH Migas Hasbi Anshory meminta agar sosialisasi mengenai konsumen BBM subsidi terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan tipe BBM ini.
“Perlu terus dipastikan bahwa BBM subsidi dinikmati masyarakat yang berhak menerimanya. Ini sekaligus juga akan meningkatkan konsumsi BBM nonsubsidi,” ujar dia.
Baca juga: Kuota BBM subsidi kapal penumpang PELNI 181 ribu KL di 2026
Di sisi lain, Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky memastikan pihaknya terus melakukan monitoring stok nasional maupun stok di Terminal BBM untuk memastikan kondisi BBM aman.
“Untuk depot atau terminal yang kritis kita lakukan build up stok dan kita upayakan nanti pada saat RAFI, khususnya sebelum Ramadhan, kondisinya sudah aman secara stok nasional maupun stok di terminal,” katanya.