Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog mengirimkan 30 ribu ton beras ke wilayah Sumatera Barat guna memperkuat stok pangan daerah menghadapi Ramadhan 2026 sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga beras bagi masyarakat di daerah itu.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Bulog memastikan ketersediaan logistik pangan nasional tetap aman dan terkendali.
"Ini akan proses dalam perjalanan sekitar 30 ribu ton berangkat dari Tanjung Priok (Jakarta Utara) menuju pelabuhan di Padang (Sumatera Barat)," kata Rizal dalam konferensi pers terkait perkembangan terkini penanganan bencana di wilayah Sumatera yang digelar di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat.
Dia menyebutkan hingga 8 Januari, stok beras Bulog di Padang dan wilayah Sumatera Barat tercatat sebesar 5.508 ton, dengan tambahan pasokan besar sedang dalam perjalanan menuju daerah.
Sebanyak 30 ribu ton beras diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju pelabuhan di Padang untuk memperkuat cadangan beras regional di wilayah tersebut yang sebelumnya terdampak bencana banjir.
Bulog juga memetakan wilayah Sumatera Barat berdasarkan tingkat dampak bencana, mulai dari zona merah, kuning, hingga hijau yang tidak terdampak langsung. Di wilayah Sumatera Barat, Bulog mengelola hampir 12 gudang dengan kondisi stok relatif penuh sehingga menjamin ketersediaan beras, minyak goreng, gula, serta kebutuhan pangan lainnya.
Baca juga: Bulog dorong beras satu harga Sabang-Merauke usai RI swasembada
Meski begitu, Rizal tidak merinci masing-masing stok beras di belasan gudang tersebut. Selain beras, Bulog menyiapkan minyak goreng sebanyak 15.928 kiloliter untuk mendukung kebutuhan masyarakat serta penyaluran bantuan bagi wilayah terdampak bencana alam.
Total bantuan bencana alam yang telah terdistribusi di wilayah Sumbar mencapai sekitar 1.069 ton, termasuk 160 ton bantuan antardaerah untuk wilayah terdampak di Padang. Bulog juga menyalurkan bantuan pangan beras sebesar 6.795 ton dan minyak goreng 1.359 kiloliter khusus bagi masyarakat Sumatera Barat yang terdampak bencana.
Baca juga: Dirut Bulog meminta seluruh jajaran proaktif serap jagung produksi Polri
Selain pangan, bantuan nonpangan seperti dana, pakaian layak pakai, kompor, dan kebutuhan dasar lainnya turut disalurkan, dengan penanganan darurat dinilai berjalan cepat berkat sinergi seluruh pihak daerah.