Lombok Barat 21/9 (ANTARA) - Obyek Wisata Pantai Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), sehari setelah Idul Fitri 1430 Hijriah, Senin, mulai ramai dikunjungi warga dari berbagai pelosok di Pulau Lombok.

   Meskipun kawasan wisata yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Kota Mataram itu diguyur hujan ringan sejak pagi tidak menyurutkan minat warga untuk menikmati libur Lebaran bersama keluarga dengan mandi di pantai.

   Umumnya, warga yang berkunjung ke obyek wisata andalan NTB itu datang bersama keluarga dengan menggunakan kendaraan pribadi dan angkutan umum serta sepeda motor.

   Salah seorang warga dari Kota Mataram, Jumali, mengatakan, ia memilih wisata pantai untuk liburan bersama keluarga karena lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah dan pantainya masih tergolong bersih.

   "Anak-anak ingin mandi di pantai makanya saya ajak ke Senggigi karena disini pantainya bersih dan ramai dikunjungi warga sehingga aman untuk mandi bersama keluarga," ujarnya.

   Di obyek wisata itu disediakan penyewaan ban pelampung dan kano yang bisa digunakan oleh pengunjung yang ingin berenang hingga ke tengah pantai. Tarif penyewaan ban pelampung dan kano tersebut Rp5.000 hingga Rp10.000 untuk satu jam.

   Selain itu, para pengunjung juga dapat menikmati nikmatnya sate bulayak yang merupakan sate khas Lombok yang dijual warga setempat dengan harga Rp15.000/porsi lengkap dengan lontongnya.

   Dengan mulai ramainya warga yang berlibur ke obyek wisata Senggigi tersebut, memberikan berkah tersendiri bagi para tukang parkir yang berasal dari warga setempat.

   Salah seorang tukang parkir Sudirman, mengaku pendapatannya pada saat libur Lebaran bisa mencapai ratusan ribu perhari dibandingkan dengan hari-hari libur biasa.

   "Kalau musim libur Lebaran seperti ini saya bisa dapat Rp500.000 ribu per hari dari ongkos jasa parkir sepeda motor para pengunjung," ujarnya.

   Ia mengaku pendapatannya bisa lebih meningkat lagi pada saat Lebaran Topat atau ketupat yang jatuh pada 27 September 2009, karena jumlah pengunjung bisa mencapai puluhan ribu orang.

   Perayaan Lebaran Topat merupakan tradisi warga di Pulau Lombok satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri.

   Pada perayaan Lebaran Topat tersebut ribuan warga dari Pulau Lombok membanjiri sejumlah obyek wisata pantai yang ada di Kota Mataram dan Lombok Barat dengan membawa berbagai makanan khas seperti "urap" (campuran sayur dengan kelapa parut yang sudah dibumbu) dan opor ayam yang dicampur dengan ketupat.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026