Mataram, 21/9 (ANTARA) - Pedagang daging sapi dan ikan laut di pasar tradisional Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), sehari setelah Idul Fitri 1430 Hijriah, banting harga karena sepi pembeli.

   Pedagang daging sapi di pasar tradisional Dasan Agung, Mataram, Hj. Munirah, Senin, mengaku menurunkan harga jual daging sapi dari Rp100.000 per kilogram menjadi Rp72.000 karena permintaan konsumen jauh menurun dibandingkan sehari sebelum Lebaran.

   "Saya tidak berani menjual mahal-mahal karena tidak ada yang berani membeli. Kalau tidak habis terjual tidak bisa dikembalikan lagi ke pengusaha sapi potong tempat saya mengambil," ujarnya.

   Ia mengatakan, volume daging yang dijual sehari setelah Lebaran sebanyak 10 kilogram. Jumlah tersebut sangat jauh berkurang dibandingkan sehari sebelum Lebaran yang mencapai 150 kilogram.

   Menurut dia, harga daging sapi akan kembali mengalami kenaikan sehari sebelum perayaan Lebaran Topat atau ketupat karena permintaan konsumen bisa lebih tinggi dari permintaan sebelum Lebaran.

   Perayaan Lebaran Topat merupakan tradisi warga di Pulau Lombok satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri.

   Pada perayaan Lebaran Topat tersebut ribuan warga dari Pulau Lombok membanjiri sejumlah obyek wisata pantai yang ada di Kota Mataram dan Lombok Barat dengan membawa berbagai makanan khas seperti "urap" (campuran sayur dengan kelapa parut yang sudah dibumbu) dan opor ayam atau sate daging yang dicampur dengan ketupat.

   Selain daging sapi, penurunan harga juga terjadi pada beberapa jenis ikan laut seperti ikan tongkol dan ikan sulir.

  Para pedagang sengaja menurunkan harga untuk menarik minat warga membeli ikan laut yang sangat minim sejak sehari sebelum Lebaran.

   Harga ikan tongkol besar turun dari Rp8.000 per ekor menjadi Rp6.000 dan ikan sulir dari Rp25.000 turun menjadi Rp23.000 per kilogram.

   "Ikan laut yang saya jual hari ini adalah sisa sebelum Lebaran karena pada waktu itu warga yang membeli ikan laut sangat sedikit mereka lebih memilih membeli daging sapi dan ayam untuk disajikan pada saat Lebaran," ujar Marnah, salah seorang pedagang ikan laut di pasar setempat.

   Meskipun ikan laut itu sisa penjualan sebelum Lebaran, Marnah menjamin bahwa ikan laut tersebut masih higienis dan aman untuk dikonsumsi karena ditaruh di lemari pendingin sehingga tidak menggunakan bahan pengawet seperti formalin.

   Sementara itu, suasana di sejumlah pusat perdagangan di Kota Mataram seperti di kawasan Cakranegara dan Jalan Airlangga, masih tampak sepi karena toko-toko dan pasar swalayan masih tutup. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026