KBRI Beijing mendukung AI perkuat kerja sama industri kreatif

id china,indonesia,kecerdasan buatan,AI,inustri kreatif

KBRI Beijing mendukung AI perkuat kerja sama industri kreatif

Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhaurahi Oratmangun dalam acara AI Chinese New Year di Beijing, Senin (26/1/2025) (ANTARA/HO-KBRI Beijing)

Beijing (ANTARA) - Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhaurahi Oratmangun mengatakan dukungan pemerintah terhadap perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat kerja sama industri kreatif serta koneksi budaya dan masyarakat Indonesia-China.

"Pemanfaatan teknologi untuk promosi budaya dengan tepat akan dapat berdampak luas, bukan hanya dapat memperkaya budaya itu sendiri, tapi juga memperkuat koneksi antar antarmasyarakat, lintas generasi dan lintas bangsa," kata Dubes Djauhari dalam acara AI Chinese New Year di Beijing, Senin (26/1) seperti dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA, Selasa.

Acara tersebut dihadiri sekitar 100 peserta dari perwakilan Kementerian kebudayaan China, instansi terkait terkait radio dan televisi, berbagai perusahaan media, telekomunikasi, digital dan industri kreatif di Tiongkok.

Dubes Djauhari juga menyampaikan bahwa simbol-simbol budaya dan hikayat telah banyak yang terwujud dalam musik, animasi, film dan kreasi budaya kreatif lainnya.

"Indonesia adalah negeri dengan beragam budaya. Kekayaan budaya Indonesia menjadi sumber ide inovatif yang turut mendorong pesatnya industri kreatif di Indonesia, baik film, musik dan animasi," ungkap Dubes Djauhari.

Pada 2030, menurut Dubes Djauhari, kontribusi industri kreatif Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan akan mencapai 8 persen dan dapat menyerap sekitar 30 juta tenaga kerja.

Di sisi lain, China dikenal dengan kapasitasnya dalam pengembangan berbagai teknologi maju termasuk AI.

"Kolaborasi positif dan produktif antara besarnya potensi budaya dan industri kreatif Indonesia, talenta muda Indonesia dan teknologi canggih Tiongkok, akan semakin memperluas peluang-peluang konkret di bidang film, animasi, musik dan juga drama pendek ke depan", tambah Dubes Djauhari.

Baca juga: Perlu kolaborasi multipihak tangani isu kesehatan mental

Dalam acara itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bidang kerja sama Industri Kreatif dan Digital Content antara Imperial Pictures Indonesia dengan Migu, perusahaan digital di bawah salah satu perusahaan telekomunikasi besar China. Mou tersebut bertujuan untuk penguatan kerja sama budaya, industri kreatif dan digital content, termasuk dengan memanfaatkan teknologi AI.

Baca juga: Gibran mengajak G20 membangun kerjasama adil di era revolusi AI

"Kami mengharapkan adanya kolaborasi produktif serupa akan semakin meluas di masa mendatang karena ketika teknologi menghasilkan koneksi kolaborasi yang saling menguntungkan, disitu kita benar-benar merasakan manfaat teknologi," tambah Dubes Djauhari.

Acara "AI Chinese New Year" diselenggarakan oleh "State Administration of Radio, Film, and Television" (NRTA) yang didukung salah satu perusahaan telekomunikasi besar China dan dihadiri pula oleh perwakilan Kementerian Kebudayaan China, Peking National Opera, perusahaan teknologi, industri kreatif dan media. Pada acara tersebut juga dilakukan peluncuran perdana pesan tahun baru Imlek dari Duta Besar RI yang akan disebarluaskan melalui salah satu platform digital media di China.

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.