Logo Header Antaranews Mataram

Bakat aktor muda film "Surat Untuk Masa Mudaku"

Kamis, 29 Januari 2026 06:13 WIB
Image Print
Sutradara "Surat Untuk Masa Mudaku" Sim F (pertama kanan) bersama produser dan para pemeran filmnya saat pemutaran pratayang film tersebut di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026). ANTARA/Abdu Faisal

Jakarta (ANTARA) - Selama syuting, sutradara Sim F melihat bakat para aktor muda yang terlibat dalam film terbaru garapannya, "Surat Untuk Masa Mudaku".

"Menariknya mereka tuh berbakat (talented), jadi maksudnya tidak terlalu sulit untuk saya mengajak mengobrol dan mengajak pendekatan," ujar Sim F dalam wawancara dengan ANTARA di Jakarta, Rabu.

Aktor muda seperti Millo Taslim, Cleo Haura, Halim Latuconsina, Aqila Faherby, Diandra Salsabila Lubis, hingga Jordan Omar memperkuat jajaran pemain film yang turut menampilkan aktor seperti Fendy Chow, Agus Wibowo (sebagai Simon Ferdinan), Verdi Solaiman (sebagai Gabriel), dan lain-lain.

Sim F mengungkapkan syuting film itu berlangsung seru selama 28 hari untuk proses pengambilan gambar adegan sesuai dengan lini masa yang dicanangkan sebelumnya.

Lokasi syuting berada di wilayah Jawa Barat yang tidak begitu jauh dari Jakarta. Tim produksi menyulap sebuah tempat di lokasi tersebut menjadi set panti asuhan untuk keperluan cerita.

"Seru sih, menurut saya gitu ya. Seru, meski mereka hampir sebagian belum pernah main film lah. Ada Halim (Latuconsina), kalau Cleo (Haura) udah beberapa, Millo (Taslim) juga (sudah), gitu ya. Ada keseruannya sendiri," kata Sim F.

Sim F mengatakan rumah produksi Buddy-Buddy Pictures selalu berusaha untuk menyeimbangkan waktu belajar dan bekerja untuk aktor cilik.

"Kalau dengan anak-anak, kami punya jam kerja sendiri, memang dari aturannya Netflix sendiri ada jam kerja buat anak-anak, ada guru (teacher) on set," kata Sim F.

Ia menambahkan bahwa para pemain diajak menjalani latihan vokal khusus. Latihan tersebut bertujuan untuk mendukung adegan paduan suara yang menjadi bagian dari napas cerita film tersebut. Produser film, Wilza Lubis, menjelaskan bahwa ide pembuatan film "Surat Untuk Masa Mudaku" muncul setelah Sim F berbagi memori masa kecilnya di fitur story media sosial.

Saat dipresentasikan ke Netflix, kisah itu disambut baik karena memiliki rasa yang relevan bagi banyak orang.

Baca juga: Menunggu ikhlas di tengah teknologi film "Esok Tanpa Ibu"

"Jadi akhirnya mereka setuju, dan kemudian kami kembangkan (develop) skripnya yang ditulis oleh Daud Sumolang," kata Wilza.

Meskipun terinspirasi dari kisah nyata sang sutradara di masa lalu saat menetap di panti asuhan, Wilza menegaskan bahwa film itu merupakan karya fiksi. Sim F diketahui pernah tinggal di panti asuhan saat berusia 12 tahun.

"Sim itu memang kecilnya hidup di panti asuhan, tapi film ini bukan biopik (biopic) beliau, tapi terinspirasi dari cerita itu," ucap Wilza.

Baca juga: Pemeran film Penerbangan Terakhir membagikan pengalaman jadi pramugari

Film ini diharapkan dapat memantik motivasi bagi penonton yang memiliki pengalaman serupa. Film ini menceritakan perjalanan hidup Kefas (diperankan oleh Millo Taslim saat muda dan Fendy Chow saat dewasa).

Cerita berfokus pada kehidupan di sebuah panti asuhan bernama Pelita Kasih. Kefas dan anak-anak panti asuhan yang lain diceritakan bersahabat erat saat mereka tumbuh bersama.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026