DPW PKB NTB ajak warga menggunakan hak pilih

id DPW PKB NTB,hak pilih,Pemilu 2019,Golput,Pilpres 2019

DPW PKB NTB ajak warga menggunakan hak pilih

Ketua DPW PKB Nusa Tenggara Barat (NTB) HL Hadrian Irfani (kedua dari kiri). (ANTARA/Nur Imansyah).

Lombok Tengah, NTB (ANTARA) - Ketua DPW PKB Nusa Tenggara Barat HL Hadrian Irfani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi serentak pada tanggal 17 April 2019.

Ia menilai tradisi demokrasi langsung dalam memilih calon pemimpin negara maupun wakil rakyat haruslah mendapat legitimasi yang kuat dari rakyat dengan berbondong - bondong ke TPS untuk memilih .

"Makin banyak warga dan kaum milenial mendatangi TPS pada tanggal 17 April 2019 l, makin kuat legitimasi politik Pemilu serentak ini," kata HL Hadrian Irfani, Sabtu.

Hadrian Irfani mengatakan Indonesia sebagai penganut negara demokrasi telah beberapa kali melaksanakan pesta demokrasi langsung dengan kecendrungan meningkatnya partisipasi politik rakyat rata- rata di atas 70 persen. Tingginya animo masyarakat mendatangi TPS ini tidak terlepas dari keberhasilan pendidikan politik.

"Makin tinggi tingkat partisipasi politik masyarakat menggunakan hak pilihnya, salah satu indikator keberhasilan pendidikan politik," ujarnya.

"Golput tidak baik dalam menumbuhkan budaya demokrasi. Pemilih milenial akan menjadi tauladan yang baik di TPS, jika tingkat partisipasinya tinggi dalam memilih," tambahnya.

Hadrian Irfani atau akrab risapai Haji Ari mengaku, optimis jika trend peningkatan suara rakyat yang signifikan dalam pemilu serentak 2019 melebihi Pemilu 2014. Hal ini akibat effect pemilihan presiden (pilpres) yang makin dinamis dan menarik maupun tingginya pemilih pemula (milenial) menggunakan hak suaranya .

"Adanya debat Capres dan Cawapres yang digelar KPU sebanyak lima kali turut berkontribusi menaikkan partisipasi politik rakyat untuk memilih pemimpinnya," ucap Haji Ari.

Selain itu, Ketua DPW PKB NTB ini juga optomis jika suara elektoral PKB di NTB akan meningkat tajam di pemilu serentak 2019. Hal ini akibat effect ekor jas pilpres pasangan calon nomor urut paslon 01 paralel dengan nomor urut PKB yang sama.

"Diakui atau tidak, PKB akan terbantu secara elektoral akibat efec 'ekor jas' pilpres ini," tambahnya.

Meskipun demikian kata Hadrian , pihaknya tidak semata - mata mengandalkan efek pilpres, tapi PKB NTB tetap melakukan penggalangan dukungan suara rakyat dalam memperluas jaringan pemilihnya melalui beragam kegiatan ataupun pendekatan sosial lainnya.

"Insya Allah dalam Pemilu 2019, suara elektoral PKB dari NTB akan meningkat yang indikatornya jumlah kursi PKB di parlemen akan bertambah," ujarnya.

Peningkatan jumlah kursi PKB di parlemen ini merupakan buah dari kerja pengurus, kader dan simpatisan PKB yang bau membahu membesar kan marwah/ kehormatan partai.

"PKB di NTB pada akhirnya nanti pasti akan menjadi the rulling partai yang disegani dan dicintai rakyat," katanya. ***2***
 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar