Logo Header Antaranews Mataram

Prosesi Yu Sheng menjadi simbol keberlimpahan rezeki hingga keharmonisan

Sabtu, 31 Januari 2026 05:13 WIB
Image Print
Hidangan salad dalam prosesi Yu Sheng. ANTARA/ (Sinta Ambar)

Jakarta (ANTARA) - Komunitas Hakka Indonesia mengemukakan bahwa prosesi Yu Sheng memiliki makna untuk mengharapkan keberlimpahan rezeki hingga keharmonisan keluarga.

"Ada arti yang sangat bagus sekali ada untuk rejeki, ada untuk kesehatan, untuk harmonis keluarganya, semuanya maka ini sangat dikaitkan sekali sama masyarakat Tionghoa jadi setiap tahun itu diadakan yang sangat populer adalah dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura itu tiga negara yang terutama tentunya di China juga ya," kata Perwakilan Komunitas Hakka sekaligus pakar Tionghoa dari Museum Hakka, Jimmy S. Herlambang saat ditemui di Jakarta, Jumat.

Jimmy mengemukakan bahwa hidangan dalam prosesi Yu Sheng berasal dari 10 macam atau lebih yang meliputi sayur seperti wortel, lobak dengan bermacam warna, kol ungu, ikan hingga kacang yang digoreng cokelat keemasan.

Hidangan serupa salad sayur ini juga dilengkapi dengan dressing atau saus untuk penambah rasa yakni saus plum dan minyak aroma untuk menambah rasa manis, asam dan gurih. Sementara ikan dalam hidangan ini menjadi simbol keberlimpahan rejeki.

"Ikan sebenarnya itu artinya masih sisa jadi rejeki yang kita dapatkan satu tahun itu masih ada sisa di akhir tahun jadi tidak habis, berarti kita untung besar di akhir tahun uang itu harta masih ada,"jelasnya.

Baca juga: Wihara Amurva Bhumi siapkan ritual "mandi rupang"

Lebih lanjut, dalam prosesi ini, anggota keluarga akan mengaduk sayur atau salad secara bersama-sama menggunakan sumpit, dan mengangkatnya dengan tinggi.

"Makin tinggi diangkat jadi hokinya dan keharmonisannya makin tinggi itu ceritanya begitu," tambah dia.

Baca juga: Pebasket Nash dan Lewis mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili

Tradisi yang populer di Malaysia, Singapura, Indonesia serta China ini telah berusia ribuan tahun dan biasanya digelar saat perayaan Imlek tiba hingga maksimal dilangsungkan pada Cap Go Meh atau 15 hari setelah hari Imlek.

Ia menambahkan bahwa masyarakat Tionghoa biasanya memulai bercocok tanam pada musim semi yang dimulai pada Imlek. Perayaan Yu Sheng pun menjadi simbol bersyukur pada Tuhan dan berharap bercocok tanam dapat berjalan lancar.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026