Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi serta cuaca ekstrem di Ibu Kota dan sekitarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa pelaksanaan OMC merupakan langkah antisipasi yang terus dilakukan untuk mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem, khususnya hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi menimbulkan genangan dan banjir di wilayah DKI Jakarta.

"Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan bagian dari upaya mitigasi berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem," katanya.

Pada Selasa ini, pelaksanaan OMC dilakukan melalui tiga sorti penerbangan menggunakan pesawat CASA 212-200 TNI Angkatan Udara (AU). Operasi ini merupakan hasil sinergi BPBD Provinsi DKI Jakarta dengan BMKG, TNI AU serta kementerian dan lembaga terkait.

Pada sorti pertama, penerbangan dilaksanakan pagi hari. Penyemaian awan dilakukan di wilayah Kabupaten Bogor dengan target awan Stratocumulus (Sc), Stratus (St) dan Cumulus humilis pada ketinggian 7.000-8.000 kaki.

"Pada sorti ini digunakan bahan semai Kalsium Oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram," ujarnya.

Sorti kedua, dilaksanakan pada siang hari. Penyemaian awan difokuskan di wilayah Selat Sunda pada ketinggian 9.100-9.400 kaki. Pada sorti ini digunakan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram dengan tujuan untuk mengarahkan potensi hujan ke wilayah perairan yang lebih aman.

Baca juga: TNI cek kesehatan warga terdampak bencana di Aceh

Untuk sorti ketiga, dilaksanakan pada sore hari. Penyemaian awan dilakukan di wilayah Lebak, Provinsi Banten, dengan target awan Stratocumulus dan Cumulus humilis dengan puncak awan di bawah 7.000 kaki.

Pada sorti ini kembali digunakan bahan semai Kalsium Oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram.

Baca juga: Akademisi: Ubah paradigma pembangunan agar Mataram tahan banjir

"Penyemaian awan dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer dan pemantauan cuaca secara intensif sehingga potensi hujan dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman dan tidak membebani DKI Jakarta," kata dia.

BPBD Provinsi DKI Jakarta terus melakukan evaluasi harian dan memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan seluruh pelaksanaan OMC berjalan aman, efektif dan sesuai dengan perkembangan kondisi cuaca terkini.


 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026