Mataram (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap berjalan seperti hari biasa selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Dadang Hendrayudha mengatakan penyaluran Program MBG tidak terbentur Ramadhan. Hal ini sejalan dengan instruksi pemerintah pusat untuk tetap memberikan MBG.

"Tidak ada masalah dengan Ramadhan," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan usai rapat pemantapan pelaksanaan MBG di Mataram, Rabu.

Ia menjelaskan selama Ramadhan menu yang akan disajikan berbentuk kering. Kendati demikian, mekanisme penyaluran kemungkinan akan ada perubahan.

"Kalau penerima manfaat misalkan mayoritas Islam, maka makanannya kering, bisa saja telur rebus, roti, buah, sehingga ketika pulang bisa dipakai sebagai takjil berbuka puasa," kata Dadang.

Baca juga: NTB gaspol makan bergizi gratis, 600 dapur MBG terbangun

Namun kalaupun di tempat yang tidak mayoritas Islam, kata dia, kemungkinan menu yang diberikan akan tetap seperti biasa dengan menggunakan nasi.

"Intinya disesuai dengan lokasi. Namun tetap dengan nilai atau harga yang sama," kata Dadang.

Sebelumnya pemerintah memastikan Program MBG tetap berjalan selama Ramadhan dengan menu dan waktu pemberian MBG disesuaikan bagi penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa.

Total penerima manfaat MBG di NTB per 1 Pebruari 2026 sudah mencapai 1,94 juta jiwa. Sebaran penerima manfaat mencakup seluruh jenjang pendidikan dan kelompok prioritas.

Baca juga: MBG jadi kunci masa depan anak, DPR tekankan perang lawan stunting di Lombok Utara

Penerima MBG di NTB meliputi balita 205.836 jiwa, PAUD 88.814 jiwa, RA 32.105 jiwa, TK 117.827 jiwa, SD kelas 1-3 sebanyak 278.009 jiwa, SD kelas 4-6 sebanyak 266.110 jiwa, MI kelas 1-3 sebanyak 60.831 jiwa, MI kelas 4-6 sebanyak 58.152 jiwa, SMP 182.853 jiwa, MTs 117.937 jiwa, SMA 119.957 jiwa, SMK 76.409 jiwa, MA 69.195 jiwa, SLB 2.818 jiwa, Pondok Pesantren 6.182 jiwa, dan PKBM 890 jiwa.

Sementara untuk kelompok prioritas 3B, yakni ibu hamil (bumil) 32.902 jiwa, ibu menyusui (busui) 76.596 jiwa, dan balita 205.836 jiwa. Selain itu, MBG juga telah menjangkau kelompok pendukung ekosistem pendidikan dan kesehatan, yakni guru 117.346 jiwa, tenaga kependidikan 16.554 jiwa, dan kader posyandu/kesehatan 8.194 jiwa.

Sedangkan perkembangan SPPG dari sisi infrastruktur layanan, hingga awal Februari 2026 telah tercatat sekitar 670 SPPG aktif di NTB, dengan klasifikasi yakni 660 SPPG mitra (masyarakat, yayasan, UMKM), 5 SPPG pondok pesantren, 4 SPPG Polri, dan satu SPPG TNI AU.

Untuk keterlibatan tenaga kerja lokal dari MBG di NTB telah menyerap 31.509 orang, yang tersebar di seluruh SPPG dan rantai distribusi. Tenaga tersebut meliputi kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, koordinator lapangan, juru masak, petugas porsian, pengemudi, petugas operasional, kebersihan, dan keamanan.

Baca juga: Gubernur NTB ingatkan 632 SPPG prioritaskan keamanan pangan MBG
Baca juga: MBG 3B di NTB dioptimalkan untuk turunkan stunting


Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026