Mataram (ANTARA) - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) menjembatani pertemuan kolektor barang antik asal Australia dengan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon guna mendorong promosi wastra lokal ke panggung internasional.

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan literasi tentang wastra lokal tersebut tertuang dalam buku berbahasa Inggris yang diluncurkan di Adelaide, Australia, pada Juni 2026.

"Itu adalah buku pertama dalam literasi internasional yang membahas tentang kain tenun Lombok dan Bali, terkhusus wastra Lombok yang dikoleksi oleh Michael Abbot," ujarnya saat dihubungi di Mataram, Rabu.

Nuralam menuturkan pertemuan tersebut dilakukan di kantor Kementerian Kebudayaan RI, Jakarta, pada 18 Februari 2026.

Baca juga: Museum NTB memperluas jaringan internasional bersama Museum of Sydney

Susunan acara pertemuan yang seharusnya hanya 30 menit justru berlangsung hampir dua jam. Menteri Fadli Zon mengajak mereka berkeliling melihat koleksi pribadinya yang ditampilkan secara artistik di kantor Kementerian Kebudayaan RI.

Buku wastra lokal yang ditulis oleh Michael Abbot bersama sejumlah penulis dari NTB dan Bali tersebut diharapkan bisa memperkuat posisi Lombok sebagai pusat kekayaan tekstil tradisional Indonesia di mata dunia.

Selain membahas peluncuran buku, Museum NTB juga melaporkan perkembangan program museum desa serta menyerahkan buku tentang tradisi bercocok tanam masyarakat Sasak dan manuskrip Markum kepada Menteri Fadli Zon.

Michael Abbot yang dikenal sebagai kolektor kain tradisional Indonesia berharap Fadli Zon bersedia memberikan kata pengantar untuk bukunya yang mengulas tentang kain tenun Lombok dan Bali.

Baca juga: NTB ngebut bangun museum desa, Targetkan tiap kampung jadi museum hidup

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal juga dijadwalkan memberikan sambutan tertulis dan berencana hadir dalam acara peluncuran serta bedah buku di Australia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut baik inisiatif itu dan menyatakan kesiapannya untuk memberikan sambutan dalam buku wastra tersebut.

"Buku itu menjadi literasi internasional yang penting untuk pemajuan kebudayaan kita, khususnya masyarakat Lombok,"kata Fadli Zon.

Baca juga: Museum NTB bidik Arab Saudi dan Australia untuk diplomasi budaya
Baca juga: Samalas dalam ingatan Dunia


Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026