Mataram, 1/10 (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh. Jumhur Hidayat mengatakan, saat ini jumlah TKI asal NTB yang bekerja di luar negeri mencapai 500.000 orang.
"Program penempatan TKI di luar negeri tersebut selain mengurangi angka pengangguran di daerah ini juga berperan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya pada Rapat Koordinasi Gubernur bersama Bupati/Walikota se NTB di bidang Ketenagakerjaan, di Mataram, Kamis.
Ia mengatakan, kalau satu TKI bergaji Rp2 juta/bulan, maka kiriman uang dari 500.000 TKI itu bisa mencapai Rp100 triliun, ini merupakan devisa cukup besar yang langsung dinikmati oleh masyarakat, karena itu pengiriman TKI ke luar negeri akan terus dilaksanakan.
Jumhur mengatakan, dengan banyaknya kiriman uang yang masuk ke NTB, akan meningkatkan daya beli masyarakat, dan ini juga menuntungkan sektor lain seperti pabrik barang elektronik dan sepeda motor.
"Pemerintah akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan tenaga kerja untuk menekan kasus TKI bermasalah yang hingga kini masih banyak ditemukan terutama untuk tenaga kerja sektor informal," katanya.
Menurut Jumhur, kondisi ini terkait sudah 30 tahun penempatan TKI di luar negeri tanpa perlindungan yang pasti akibat kurangnya regulasi yang mengatur masalah tersebut.
Ia mengatakan, ke depan kualitas pelayanan dan perlindungan tenaga kerja yang bekerja di luar negeri akan terus ditingkatkan dengan menyempurnakan regulasi yang sekarang ini masih relatif kurang.
Mengenai perluasan penempatan TKI di luar negeri, Jumhur mengatakan, peluang penempatan tenaga kerja di luar negeri masih terbuka, bukan hanya di Malaysia tetapi juga Arab Saudi dan negara-negara di Timur Tengah lainnya.
"Eropa membutuhkan 1,6 juta TKI asal Indonesia terutama untuk sektor formal seperti perawat dan sektor industri. Selandia Baru juga membutuhkan cukup banyak tenaga kerja untuk pemetik buah, sedangkan negara-negara di Timur Tengah membutuhkan tenaga kerja sektor perminyakan," katanya.
Menurut Jumhur, belum lama ini pihaknya melatih sekitar 400 calon TKI bidang perminyakan bekerja sama dengan Pertamina.
Menurut data dari Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, selama delapan bulan terakhir (Januari-Agustus) 2009 jumlah TKI asal NTB yang bekerja di luar negeri mencapai 36.470 orang.
TKI asal NTB terbanyak bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit di Malaysia Barat (24.697 orang), selanjutnya di Arab Saudi (11.202), Oman (206), Uni Emirat Arab (137), dan di sejumlah negara lain.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026