"Jembatan ini menghubungkan Kecamatan Masbagik dan Pringgasela itu menjadi akses vital bagi mobilitas masyarakat. Karena itu, percepatan pembangunan terus didorong agar aktivitas transportasi segera kembali normal,"
Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan progres pembangunan jembatan di Desa Lendang Nangka Utara Kecamatan Masbagik, yang ambruk akibat bencana pada bulan Januari 2026 baru mencapai 40 persen.
"Jembatan ini menghubungkan Kecamatan Masbagik dan Pringgasela itu menjadi akses vital bagi mobilitas masyarakat. Karena itu, percepatan pembangunan terus didorong agar aktivitas transportasi segera kembali normal," kata Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur Lalu Muliadi di Lombok Timur, Rabu.
Ia mengatakan berdasarkan hasil monitoring lapangan, progres fisik pembangunan menunjukkan perkembangan signifikan.
"Pekerjaan saat ini sudah sampai pada tahap pemasangan pondasi atau abutment jembatan," katanya.
Ia menambahkan, pengerjaan akan dilanjutkan ke tahap pemasangan bantalan dan balok jembatan, sebelum memasuki proses pengecoran plat lantai sebagai bagian akhir struktur utama dari pembangunan jembatan tersebut.
Secara keseluruhan, progres pembangunan jembatan tersebut diperkirakan telah mencapai 40 persen. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTB guna mendorong percepatan pengerjaan di lapangan.
"Kami terus mendorong percepatan agar masyarakat, khususnya di dua kecamatan, tidak terlalu lama mengalami gangguan akses transportasi," katanya.
Ia mengatakan pembangunan jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Pembangunan jembatan ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyiapkan anggaran Rp1 miliar untuk membangun jembatan penghubung tersebut secara permanen. Pembangunan jembatan itu ditargetkan rampung dikerjakan di tahun anggaran 2026, sehingga bisa dimanfaatkan warga.
"Target pekerjaan bisa rampung di 2026," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026