Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama menyatakan seluruh unit kerja di lingkungan Bimbingan Masyarakat Islam perlu memastikan setiap program dan layanan yang dijalankan, memberikan dampak dan manfaat yang terukur bagi masyarakat.

“Kita mungkin belum sampai pada level inovasi, tetapi paling tidak kita perlu melakukan sesuatu yang baru,” ujar Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan tantangan pelayanan keagamaan saat ini menuntut aparatur untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada hasil.

Khusus kepada Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Abu Rokhmad mendorong hadirnya berbagai pembaruan dalam pelayanan dan pembinaan keagamaan.

Abu juga meminta agar direktorat tersebut menyusun target-target mikro yang jelas untuk mendukung pencapaian program strategis yang lebih besar.

“Saya kira Direktorat Urusan Agama Islam memiliki peran  sangat penting, dan saya berharap tahun ini atau tahun depan, masjid nomor tiga minimal di Indonesia itu harus tercapai. Keluarkan target-target mikro yang ada,” katanya.

Selain itu, Abu Rokhmad menilai edukasi dan literasi keagamaan kepada masyarakat masih perlu diperkuat, terutama yang berkaitan dengan persepsi dan pemahaman publik terhadap program-program keislaman.

Baca juga: Menag mengajak umat Islam tingkatkan amalan ibadah sambut Idul Adha

Kemudian kepada Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Abu memandang direktorat tersebut menghadapi salah satu target paling berat karena berkaitan langsung dengan ketahanan keluarga Indonesia.

“Target kita ini targetnya yang paling berat di antara target-target yang lain yaitu meningkatkan angka pernikahan dan menurunkan angka perceraian,” ujarnya.

Ia menjelaskan berbagai program seperti Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) harus terus diperkuat untuk membentuk keluarga sakinah dan menyiapkan generasi emas Indonesia.

Baca juga: Di antara lima dan enam hari

Abu juga menekankan bahwa KUA harus menjadi tempat pelayanan yang nyaman bagi masyarakat. "KUA itu sebenarnya targetnya adalah membuat kantor KUA nyaman bagi masyarakat yang datang, nyaman bagi yang ingin melangsungkan akad nikah di sana. Jangan dikira pahalanya kecil, membuat mereka nyaman,” ujarnya.

Pada Direktorat Penerangan Agama Islam, Abu Rokhmad menyoroti pentingnya pengukuran kinerja penyuluh agama secara lebih konkret dan terukur. Jumlah masyarakat yang menerima layanan penyuluhan agama harus dapat dihitung dan didokumentasikan dengan baik.

“Satu penyuluh agama dalam satu semester memberikan penyuluhan agama kepada berapa banyak orang? Dan hal-hal apa saja yang kita bimbingkan, baca Al Quran, ibadah, thaharah, semuanya harus bisa kita ukur,” ujarnya.

Kemudian Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Abu Rokhmad menegaskan pentingnya optimalisasi pengelolaan dana sosial keagamaan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi umat.

Ia menilai peningkatan kapasitas aparatur zakat dan wakaf di daerah menjadi salah satu pekerjaan besar yang harus terus diperkuat.

“Selain target pengumpulan yang harus naik tahun ini, target pendistribusian dan pendayagunaannya juga harus naik,” katanya.

Sementara itu, kepada Direktorat Jaminan Produk Halal, Abu menyebut bahwa tugas yang diemban memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan ekosistem halal nasional. Ia berharap seluruh target makro yang telah ditetapkan dapat dicapai melalui kerja sama dan kolaborasi seluruh unit kerja di lingkungan Bimas Islam.

 

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026