"Groundbreaking direncanakan pada pertengahan atau akhir Agustus bersamaan dengan tibanya material tiang pancang dan alat pancang dari Surabaya,"
Dompu (ANTARA) - Pelaksanaan groundbreaking pembangunan Pelabuhan Laut Kilo di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), diundur hingga pertengahan atau akhir Agustus 2026 setelah pengiriman material utama untuk pembangunan fasilitas laut terkendala akibat tenggelamnya tongkang pengangkut tiang pancang di Perairan Madura.
"Groundbreaking direncanakan pada pertengahan atau akhir Agustus bersamaan dengan tibanya material tiang pancang dan alat pancang dari Surabaya," kata Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Calabai Prayitno selaku penanggung jawab proyek kepada ANTARA di Dompu, Rabu.
Ia mengatakan groundbreaking semula dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juli 2026. Namun, jadwal tersebut harus diundur setelah tongkang yang mengangkut tiang pancang dan alat pancang mengalami kecelakaan di Perairan Madura.
Menurut Prayitno, material utama pembangunan sisi laut itu telah diberangkatkan dari Surabaya pada 27 Juni 2026. Namun, pada 30 Juni 2026 tongkang beserta muatannya tenggelam sehingga seluruh tiang pancang harus diproduksi ulang.
"Saat ini material masih dalam proses fabrikasi di Surabaya," ujarnya.
Peristiwa tersebut, lanjut Prayitno, telah dilaporkan kepada Kementerian Perhubungan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.
Meski demikian, ia memastikan penundaan groundbreaking tidak mengganggu pelaksanaan proyek secara keseluruhan. Saat ini pembangunan masih difokuskan pada fasilitas darat dengan progres mencapai sekitar 36 persen.
"Masih proses pembangunan sisi darat. Untuk sisi laut masih menunggu tiang pancang dari Surabaya yang diperkirakan tiba pada pertengahan Agustus," katanya.
Prayitno optimistis target penyelesaian proyek tetap dapat tercapai meski sempat terkendala pengiriman material.
"Pekerjaan masih terkejar. Apabila tiang pancang sudah datang, progres pekerjaan akan meningkat dan kami optimistis proyek selesai pada 30 Desember 2026," ujarnya.
Ia menambahkan seluruh sarana pendukung proyek, seperti direksi keet, gudang material, dan fasilitas penunjang lainnya telah disiapkan kontraktor sehingga pekerjaan konstruksi sisi laut dapat segera dimulai setelah material utama tiba di lokasi.
Pembangunan Pelabuhan Laut Kilo merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai kontrak Rp85,111 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Wijaya Inti Nusa Sentosa dengan masa pelaksanaan selama 315 hari hingga 30 Desember 2026 serta masa pemeliharaan selama 180 hari.
Pelabuhan Laut Kilo diproyeksikan menjadi simpul logistik baru di Pulau Sumbawa yang diharapkan memperkuat konektivitas antardaerah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Dompu dan kawasan Nusa Tenggara Barat.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026