Mataram, 16/10 (ANTARA) - Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) gerakan pramuka Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Rosyiadi Sayuti, menilai gerakan Pramuka di wilayah ini sudah tenggelam akibat rendahnya minat para pemuda bergabung dalam organisasi tersebut.  

"Sejak beberapa tahun terakhir gerakan Pramuka di NTB seakan-akan tenggelam. Hal itu sangat dirasakan oleh masyarakat, pelajar maupun pemerintah," katanya kepada wartawan di Mataram, Jumat.

   Ia mengatakan, dari hasil pengamatan yang dilakukan, faktor rendahnya minat para pemuda menjadi anggota Pramuka lebih disebabkan kualitas dan kuantitas pembina Pramuka yang terus menurun.

   "Jumlah pembina pramuka di setiap kabupaten saat ini sangat minim dan tidak sebanding dengan jumlah sekolah yang mengadakan ekstrakurikuler kepramukaan," kata Sayuti yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB itu.

   Jumlah pembina pramuka hingga saat ini belum terdata dengan baik, untuk itu, kata dia, pengurus baru Kwarda NTB yang rencananya akan dilantik paling lambat November ini bersama Dewan Kerja Daerah (DKD) gerakan Pramuka Provinsi NTB, akan melakukan introspeksi dan evaluasi terhadap keberadaan gerakan Pramuka di wilayah ini.

   Langkah introspeksi dan evaluasi tersebut sebagai upaya untuk mengetahui penyebab menurunnya minat para pemuda khususnya para pelajar bergabung menjadi anggota gerakan Pramuka.

   Evaluasi tersebut akan dilakukan mulai dari tingkat kwartir cabang yang ada di kabupaten/kota, kwartir ranting yang ada di tiap kecamatan hingga ke tingkat gugus depan.

   H. Rosyiadi Sayuti yang juga pengajar di Fakultas Pertanian, Universitas Mataram (Unram) itu mengatakan, setelah melakukan evaluasi terkait persoalan yang dihadapi, selanjutnya pengurus Kwarda NTB yang baru akan melakukan berbagai upaya penyelesaian, sehingga gerakan Pramuka di daerah ini kembali jaya seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

   Dengan demikian, diharapkan akan mampu membantu pemerintah provinsi dalam meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) guna mewujudkan NTB yang beriman dan berdaya saing.

   "Indikator ke depan yang akan kita patok adalah bagaimana jumlah para pelajar dan generasi muda tertarik menjadi anggota pramuka bisa meningkat dari tahun sebelumnya, paling tidak 20 persen dari jumlah siswa di tiap SD, SMP, SMA atau sederajat aktif ikut pramuka," ujarnya.

   Selain melakukan introspeksi dan evaluasi di tingkat intern, kata Sayuti, pihaknya mengharapkan dewan kerja daerah, dewan kerja cabang maupun dewan kerja ranting sebagai tulang punggung kwartir bisa berperan aktif untuk dapat menggairahkan para pemuda melalui kegiatan yang menarik.(*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026