Mataram, (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berharap Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarief Hasan menambah jatah bantuan tempat praktik ketrampilan usaha (TPKU) untuk koperasi pondok pesantren (Kopontren) pada 2010.
Harapan itu dikemukakan Gubernur NTB KH. M. Zainul Majdi saat penyerahan sertifikat bantuan TPKU kepada lima kopontren di wilayah NTB yang berlangsung di Mataram, ibukota Provinsi NTB (15/11).
Penyerahan bantuan TPKU itu hanya berbentuk sertifikat karena bantuan tersebut telah digulirkan secara bertahap pada 2009.
Kelima kopontresn yang mendapat bantuan TPKU itu yakni Koperasi SMK Islam Darunnadwah di Kabupaten Lombok Barat, MA Nurul Bayan di Kabupaten Lombok Utara (KLU), MA NW Padasuka Lunyuk di Kabupaten Sumbawa, MA Rahmatullah di Kabupaten Dompu dan MA Al-Husaniny di Kota Bima.
Gubernur NTB berharap Menkop dan UKM Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II itu bersedia meningkatkan jatah bantuan TPKU untuk NTB pada 2010 karena sempat terjadi pengurangan jatah pada 2009.
Pada tahun anggaran 2009, hanya lima kopontren di NTB yang mendapat bantuan dana TPKU, padahal tahun sebelumnya tujuh kopontren mendapat bantuan tersebut.
Ketujuh kopontren itu yakni yakni SMA Model Nurul Jannah NW di Kota Mataram, MA Hikmatusysyarif NW di Lombk Barat, MA Uswatun Hasanah di Lombok Tengah, MA Draul Kamilin di Lombok Tengah, MA NW Perian di Lombok Timur, MA Muamilin NW Gunung Rajak di Lombok Timur dan MA Nurussalam di Lombok Timur.
"Mudah-mudahan Pak Menteri mau menambah jatah pada 2010 seiring dengan bertambahnya dukungan dana APBN untuk Kemeneg Koperasi dan UKM," ujarnya.
Gubernur juga mengatakan kesanggupan NTB untuk mengelola dana bantuan TPKU sebaik-baiknya demi kemajuan koperasi dan UMKM di masa mendatang.
"Saya akan terus berikhtiar memantau penggunaan dana-dana itu dan saya berharap para bupati/wali kota pun melakukan hal demikian," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB H.M. Nur Asikin Amin mengatakan lima kopontren pada 2009 dan tujuh kopontren pada 2008 itu merupakan bagian dari 30 kopontren di wilayah NTB yang sudah mendapat bantuan TPKU.
Program pembinaan koperasi di lingkungan pondok pesantren di wilayah NTB sudah direalisasi sejak 2006 yang diawali dengan lima kopontren dengan dukungan dana masing-masing sebesar Rp150 juta.
Pada 2007 koperasi pondok pesantren yang menjadi sasaran binaan sebanyak 13 unit, masing-masing mendapat dukungan dana pengembangan koperasi sebesar Rp200 juta.
Dengan demikian dalam empat tahun terakhir sudah 30 unit koperasi pondok pesantren di wilayah NTB yang mendapat binaan pemerintah terkait program pemberdayaan masyarakat.
"Pada 2010 kami akan usulkan lebih banyak lagi agar program pemberdayaan masyarakat melalui koperasi pondok pesantren dapat mengurangi angka kemiskinan di NTB," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026