Mataram, 9/12 (ANTARA) - Penyerapan dana APBD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun anggaran 2009 baru 77,4 persen padahal batas waktu pengeluaran dana APBD tinggal 11 hari lagi atau paling akhir 20 Desember mendatang.

   "Sampai hari ini penyerapan APBD NTB tahun 2009 baru 77,4 persen," kata Kepala Biro Keuangan Setda NTB H. Awaludin kepada wartawan di Mataram, Rabu.

   Namun, menurut Awaludin, dalam beberapa hari ke depan Biro Keuangan Setda NTB akan mengeluarkan uang tunai sebesar Rp90 miliar yang bersumber dari pos angaran APBD NTB.

   Dana Rp90 miliar itu akan digunakan untuk pembayaran dana bagi hasil (DBH) pajak kendaraan bermotor (PKB) dan biaya balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) di kabupaten/kota yang mencapai Rp30 miliar lebih.

   Sebanyak Rp43 miliar lainnya akan dipergunakan untuk pembangunan Bandara Internasional Lombok (BIL) yang menjadi kewajiban Pemerintah Provinsi NTB, dan Rp4,5 miliar untuk program NTB Bumi Sejuta Sapi (BSS).

"Kami juga akan mengeluarkan dana 'sharing" pendidikan gratis sebesar Rp5,5 miliar lebih dan pengeluaran lainnya yang totalnya mencapai Rp90 miliar," ujarnya.

Ia mengatakan dengan dikeluarkannya dana APBD sebesar Rp90 miliar itu, tingkat penyerapan APBD NTB tahun 2009 dapat mencapai 85 persen.

Sementara pengeluaran anggaran untuk perampungan proyek-proyek pembangunan masih bergulir sehingga diperkirakan sampai tanggal 20 Desember mendatang tingkat penyerapan APBD NTB tahun 2009 bisa mencapai 93 persen.

"Sama seperti tahun-tahun sebelumnya yakni rata-rata tingkat penyerapan dana APBD NTB mencapai 93 hingga 94 persen," ujar Awaludin.

   Total dana APBD NTB tahun anggaran 2009 sebesar Rp1,284 triliun atau meningkat lebih dari Rp250 miliar dibandingkan dengan APBD NTB tahun 2008 setelah perubahan sebesar Rp1,039 triliun.

Awaludin mengakui dari total APBD tahun 2009 sebesar Rp1,28 triliun lebih itu, lebih dari Rp500 miliar merupakan dana paten karena dialokasikan untuk belanja pegawai (gaji PNS dan tunjangannya). 
Sekitar Rp250 miliar lebih dialokasikan untuk mengimplementasikan program unggulan yakni pendidikan dan kesehatan gratis, dan sebanyak Rp65 miliar dialokasikan sebagai anggaran tambahan pembangunan BIL yang dijadwalkan rampung akhir 2009.

   Belasan miliar lainnya dialokasikan untuk pembangunan rumah sakit rujukan di Pulau Sumbawa, dan dana APBD sekitar Rp300 miliar lebih digunakan untuk mengimplementasikan program pembangunan melalui sektor lain. (*)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026