Mataram, 11/1 (ANTARA) - Distribusi beras untuk keluarga miskin (raskin) tahap pertama di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 7.271 ton dan tetap mencakup 916 desa/kelurahan di provinsi ini.
"Distribusi raskin tahap pertama di wilayah NTB berlangsung tiga hari, 11-13 Januari," Kepala Divisi Regional (Divre) Badan Urusan Logistik (Bulog) NTB Rito Angky Pratomo, di Mataram, Senin.
Ia mengatakan distribusi raskin tahap pertama dimulai dari Kota Mataram sebanyak 334 ton yang disalurkan pada 50 titik distribusi sesuai jumlah kelurahan di kota itu.
Selanjutnya distribusi raskin sebanyak 405 ton di 33 desa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang dijadwalkan mulai 12 Januari.
"Distribusi raskin di delapan kabupaten/kota lainnya dijadwalkan mulai 13 Januari. Kabupaten Lombok Barat sebanyak 1.173 ton, Lombok Tengah 1.665 ton, Lombok Timur 1.864 ton, Sumbawa 533 ton, Sumbawa Barat 118 ton, Dompu 349 ton, Bima 708 ton dan Kota Bima 122 ton," ujarnya.
Pratomo mengatakan jatah beras raskin untuk NTB tahun anggaran 2010 mencapai 87.247.680 kg atau 87,24 ton lebih, yang relatif berkurang dibandingkan dengan jatah raskin tahun 2009 sebanyak 105.605.780 kg atau 105,60 ton lebih.
Penurunan jatah raskin sebanyak 18.355.100 kg itu erat kaitannya dengan berkurangnya jumlah rumah tangga sasaran (RTS).
RTS raskin di wilayah NTB ditetapkan sebanyak 559.280 kepala keluarga (KK) yang mengalami penurunan sebanyak 27.291 KK atau 4,65 persen.
Penurunan jatah raskin seiring dengan berkurangnya sasaran RTM itu menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Jatah raskin untuk NTB itu akan disalurkan melalui 916 titik distribusi atau 916 desa pada 116 kecamatan yang menyebar di 10 kabupaten/kota di wilayah NTB," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026