Mataram, 17/2 (ANTARA) - Panitia Khusus (Pansus) DPRD NTB membahas intensif Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Irigasi dengan mengundang berbagai pihak untuk  memberikan masukan agar peraturan yang dihasilkan dewan lebih efektif.

   Raperda tersebut dibahas dalam pertemuan Pansus DPRD NTB dan  pengurus Dewan Sumber Daya Air (DSDA) dan Dinas Pekerjaan Umum NTB, di Mataram, Rabu.

  Dalam pembahasan yang dipimpin ketua pansus Ir. H. Misbah Mulyadi itu dibahas berbagai masalah yang menyangkut kebijakan pemanfaatan air irigasi oleh petani pemakai air.

  Dalam reperda tentang irigasi itu disebutkan bahwa luas wilayah dari 1.000 hingga 3.000 hektare (ha) ditangani oleh pemerintah provinsi, kurang dari 1.000 ha ditangani oleh kabupaten, sedangkan di atas 3.000 ha ditangani pemerintah pusat.

  Misbah mengatakan dalam mewujudkan pemanfaatan air yang menyeluruh dan terpadu harus melalui koordinasi, integrasi, sinkroninasi dan sinergi antara berbagai pihak sehingga pengelolaan sistem irigasi dapat berjalan efektif dan efisien.

  "Tujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian serta mendukung ketersediaan pangan daerah," katanya.

   Data Dinas PU NTB menyebutkan di Provinsi NTB hingga kini terdapat 265.971  hektare sawah irigasi, 175.358 hektare  di antaranya merupakan irigasi pemerintah dan 90.613 hektare irigasi desa.

   Luas areal sawah tadah hujan tercatat 13.008 hektare dan terus diupayakan agar mendapat pengairan dengan membangun bendungan.

   Selain itu, luas areal sawah yang diairi oleh sembilan bendungan di NTB tercatat 26.183 hektare, dan yang disuplai oleh embung sekitar 33.629 hektare, sementara luas tanaman padi mencapai 378.940 hektare dan palawija 351.182 hektare.

   Dengan adanya pembangunan bendungan berarti membuka peluang untuk percetakan sawah baru yang sekaligus  meningkatkan produksi pertanian terutama padi.

  Produksi padi NTB tahun 2009  mencapai 1,78 juta  ton gabah kering giling, meningkat sekitar 3,57 persen dari tahun 2008 sebanyak 1,75 juta ton.

   Luas  panen padi tahun 2009 tercatat 359.714 hektare terdiri atas  306.274 hektare  padi sawah dan 53.4000 hektare padi ladang.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026