Mataram, (ANTARA) - Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (BPTHMT) Serading, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) mampu memasok sapi bibit untuk Kalimantan, Sulawesi Selatan, Lampung dan daerah lain di Indonesia.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTB, drh. Abdul Samad, mengemukakan hal itu di Mataram (17/2), setelah sehari sebelumnya mendampingi Gubernur NTB, KH. M. Zainul Majdi, meninjau lokasi BPTHMT Serading, Sumbawa.
"Selain sapi bibit, BPTHMT juga memproduksi benih hijauan makanan ternak untuk dikirim ke berbagai provinsi di Indonesia," ujarnya.
Samad mengatakan, pada areal seluas l42,52 hektare, BPTHMT Serading menampung 70 ekor induk sapi, dan diupayakan terus bertambah setiap tahun.
Di lokasi itu, juga dilakukan pengembangbiakan sapi bibit bali yang berkualitas karena salah satu kelebihan sapi bali yakni mampu melahirkan sampai 13 kali.
"Untuk alih pengetahuan, kami juga memberi kesempatan kelompok peternak yang ada di Serading untuk belajar bagaimana budidaya ternak yang baik," ujarnya.
Menurut Samad, sejauh ini pengelola BPTHMT Serading menjalin kerja sama dengan JICA untuk meningkatkan kualitas produksi, yakni penggunaan teknologi Transfer Embrio (TE).
"Dengan TE diharapkan, kematian pedet (anak sapi) dapat diturunkan dari 29 persen menjadi 4,5 persen per tahun," ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan BPTHMT Serading cukup baik sehingga mampu melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dari target penerimaan untuk ternak sebesar Rp150 juta, mampu direalisasikan sebesar Rp210 juta lebih (140,23 persen.
Sementara target Hijauan Makanan Ternak (HMT) sebesar Rp17 juta, dapat direalisasikan Rp57 juta lebih (340 persen).
Menurut Samad, Keberhasilan pencapaian target ini merupakan hasil program pengembangan sapi bali secara intensif yang diimbangi pula dengan upaya peningkatan kualitas dan kuantitas pakan ternak.
"Bahkan BPTHMT Serading merupakan salah satu lokasi pengembangan sapi yang memiliki jenis pakan ternak terlengkap," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026