Mataram (ANTARA) - Konvoi kendaraan pengangkut massa pendukung kandidat yang akan maju dalam pemilu kepala daerah (pilkada) di tujuh kabupaten/kota di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sebaiknya diganti dengan parade budaya untuk mengundang perhatian masyarakat.

  Harapan itu diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, Lalu Gita Aryadi, di Mataram, Senin, ketika mengomentari kekhawatiran sejumlah kalangan tentang gangguan keamanan saat pemilu kepala daerah di tujuh daerah di NTB, April hingga Juli mendatang.

  "Kami akan melakukan pendekatan dengan KPU Provinsi NTB agar membuat regulasi atau mengatur tata cara kampanye yang mengikutsertakan pola parade budaya daripada konvoi massa pendukung kandidat yang justru rentan konflik," ujarnya.

  Kini, KPU Provinsi NTB dan KPU di tujuh kabupaten/kota di NTB tengah menyosialisasikan pelaksanaan pemilu kepala daerah yang akan digelar secara serentak.  

  Ketujuh daerah itu yakni Kabupaten Lombok Tengah, Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat, Kabupaten Bima, Kota Mataram dan daerah otonom baru Kabupaten Lombok Utara (KLU).

  Dari tujuh kabupaten/kota di wilayah NTB yang akan menggelar pilkada, hanya Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang melaksanakan pada tanggal 26 April 2010 untuk putaran pertama dan 5 Juli untuk putaran kedua.

  Sementara jadwal pilkada untuk keenam daerah otonom lainnya yakni Kabupaten Lombok Tengah, Dompu, Sumbawa, Kabupaten Bima, Kota Mataram dan daerah otonom baru Kabupaten Lombok Utara (KLU), ditetapkan 7 Juni untuk putaran pertama dan 19 Juli untuk putaran kedua.

  Ariadi mengatakan, parade budaya terkesan lebih santun dalam menarik perhatian khalayak ramai untuk memilih kandidat yang diusung partai politik atau gabungan partai politik, daripada konvoi kendaraan massa pendukung partai atau kandidat.

  Masyarakat yang akan memilih kandidat kepala daerah itu pun akan merasa nyaman dan damai, sehingga pesta demokrasi untuk memilih pemimpin daerah itu pun terlaksana sesuai harapan berbagai pihak.

  "Kita bisa jadikan pesta budaya dalam pesta demokrasi, sebab parade budaya cukup menarik dan akan terkesan pemilu kepala daerah di NTB semakin semarak karena diwarnai aksi-aksi cinta budaya dan kedamaian hidup," ujarnya.

  Apalagi, tambah Ariadi, bulan Juni dan Juli merupakan massa kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik yang cukup tinggi, selain akhir tahun di bulan Desember.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026