Bank Indonesia meluncurkan program generasi non tunai NTB

id bank indonesia,Genta NTB,non tunai

Bank Indonesia meluncurkan program generasi non tunai NTB

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Achris Sarwani (kiri), bersama generasi non-tunai NTB. (ANTARA/Awaludin)

Mataram (ANTARA) - Bank Indonesia meluncurkan program Generasi Non Tunai (Genta) Nusa Tenggara Barat dalam rangka mendorong perilaku masyarakat untuk terus menggunakan transaksi pembayaran non-tunai khususnya berbasis QR Code, baik itu OVO, Gopay, LinkAja, Dana, maupun aplikasi dompet elektronik lainnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani, di Mataram, Selasa menjelaskan, melalui program Genta NTB tersebut diharapkan dapat memberikan semangat kepada masyarakat, khususnya kaum muda (generasi milenial) NTB untuk selalu bertransaksi secara non-tunai.

Sebab, infrastruktur penunjang transaksi non-tunai khususnya di Kota Mataram, telah sangat mendukung kegiatan.

"Merchant-merchant atau toko di Kota Mataram, telah banyak menyediakan berbagai alternatif transaksi pembayaran berbasis non-tunai, baik berbasis kartu seperti kartu debit, kartu kredit, sampai dengan teknologi QR Code," katanya.

Untuk lebih memperkenalkan transaksi non-tunai, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB juga sudah menggelar "Cashless weekend", dengan menghadirkan perbankan dan perusahaan financial technology (fintech) penyedia alat pembayaran berbasis "Quick Respond Indonesian Standard" (QRIS). Kegiatan dipusatkan di di Majapahit Food Center, Kota Mataram.

Kegiatan yang digelar pada 6-7 Desember 2019 tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman transaksi non-tunai kepada masyarakat di NTB, khususnya generasi muda Kota Mataram. Lebih dari 500 peserta dengan mayoritas peserta merupakan anak muda NTB (generasi milenial) mengikuti kegiatan tersebut.

"Selama kegiatan cashless weekend berlangsung, para peserta dan pengunjung melakukan pembayaran makanan dan minuman di Majapahit Food Center secara non-tunai, dengan menggunakan alat pembayaran berbasis QR Code," ujar Achris.

Sejak diluncurkannya QRIS pada 17 Agustus 2019, Bank Indonesia terus mendorong penggunaan transaksi pembayaran berbasis QR Code oleh masyarakat, khususnya transaksi retail.

Menurut Achris, dengan teknologi QRIS, satu QR Code dapat dipindai oleh berbagai layanan pembayaran. Oleh sebab itu, kedepannya merchant hanya cukup menyediakan satu QR Code berstandar QRIS.

Namun QR Code tersebut dapat dipindai oleh berbagai layanan pembayaran yang dimiliki masyarakat, misalkan QR tersebut dapat dipindai oleh OVO, Gopay, Dana, LinkAja, Sakuku (BCA), UnikQu (BNI), dan lain sebagainya.

"Para pengunjung cashless weekend merasakan begitu praktisnya melakukan pembayaran dengan menggunakan QR Code, dimana pembayaran begitu cepat dan mudah. Merchant pun merasa praktis, di mana hanya cukup menyediakan satu QR Code sudah dapat menerima berbagai layanan pembayaran," ucapnya pula.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar