Mataram, 29/3 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah berupaya menyiapkan armada khusus untuk mengakses Bandara Internasional Lombok (BIL) di tiga lokasi strategis yakni Terminal Mandalika, Pelabuhan Lembar dan kawasan wisata Senggigi.

  Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB, Ahmad Baharuddin, mengemukakan hal itu dalam pertemuan koordinasi Gubernur NTB, KH. M. Zainul Majdi, dengan para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) jajaran Pemprov NTB, di Mataram, Senin,
   Pertemuan koordinasi itu merupakan rangkaian kegiatan penandatanganan penetapan kinerja antara Gubernur NTB dengan para pimpinan SKPD di jajaran Pemprov NTB.

  Baharuddin meyakinkan gubernur bahwa pihaknya tengah berupaya menyiapkan armada khusus untuk mengakses BIL di tiga lokasi strategis yakni Pelabuhan Lembar Kabupaten Lombok Barat, Terminal Mandalika Kota Mataram dan kawasan wisata Senggigi Kabupaten Lombok Barat.

  Armada khusus itu yakni delapan unit damri dan beberapa unit kendaraan angkutan penumpang milik swasta.

  "Sudah ada koordinasi dengan pihak damri dan pengusaha angkutan umum dan telah dibangun komitmen untuk mendukung kesuksesan bandara internasional di Pulau Lombok itu," ujarnya.

  Pada kesempatan itu, Gubernur NTB periode 2008-2013 menekankan bahwa mobilitas penumpang ke BIL jauh berbeda dengan mobilitas penumpang ke Bandara Selaparang Mataram.

  Karena itu, Kepala Dishubkominfo NTB diminta untuk menyiapkan fasilitas pendukung BIL seperti armada angkutan penumpang dari lokasi-lokasi strategis.

  "Saya tahu Pak Kadishubkominfo akan siapkan itu, terutama armada khusus dari tiga titik itu," ujarnya.

  BIL berlokasi di Dusun Slanglit, Desa Tana Awu, Kecamatan Penujak, Kabupaten Lombok Tengah. Kini, infrastruktur utama bandara internasional itu sudah rampung pembangunannya, terutama landasan pacu yang panjangnya 1.750 meter dan lebar 40 meter.

  Bandara itu didukung lahan apron (tempat parkir pesawat udara) seluas 62.074 meter, terminal yang dilengkapi dua unit ruang eksekutif pada areal seluas 12 ribu meter dan kawasan parkir kendaraan seluas 17.500 meter.

  Dalam pembangunan BIL itu, Pemprov NTB menginvestasikan dana APBD sebesar Rp110 miliar dalam dua tahun anggaran yakni 2008 dan 2009.

   Dana tanggungan APBD NTB itu untuk membangun 'airside' seperti 'taxiway', apron dan fasilitas penunjang. Sedangkan dana tanggungan Pemkab Lombok Tengah sebesar Rp46 miliar untuk pembangunan 'landside' yakni area parkir mobil/motor, jalan lingkungan dan fasilitas penunjang.

   Sebagian besar pekerjaan fisik bandara internasional itu mencapai Rp802 miliar ditanggung manajemen Angkasa Pura I namun pengalokasian dananya secara 'multi years' terhitung 2006 hingga 2009, yang melibatkan sejumlah rekanan. 
Proyek pembangunan landasan pacu, misalnya, dipercayakan kepada PT Hutama Karya dan proyek pembangunan terminal dikerjakan PT Slipi Raya.(*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026