Manager Bidang Perencanaan PT PLN Wilayah NTB M. Fathol Arifin, di Mataram, Rabu, ketika menjelaskan program jangka menengah pengembangan kelistrikan di wilayah NTB.
"Dalam beberapa tahun ke depan progres kelistrikan di NTB cukup baik dan krisis listrik di daerah ini akan berakhir," ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini sedang dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara berkapasitas 75 Mega Watt ((MW) atau 3 x 25 MW di Jeranjang, Kabupaten Lombok Barat.
Dijadwalkan, Oktober mendatang satu mesin pembangkit berkapasitas 25 MW akan dioperasionalkan untuk mengurangi krisis listrik di NTB, terutama di Pulau Lombok.
Dua mesin pembangkit lainnya yakni 2x 25 MW dijadwalkan rampung dan beroperasi di tahun 2011 mendatang.
PLN NTB pun tengah mengupayakan mesin sewa berbahan bakar MFO (Marine Fuel Onisasi) berkapasitas 15 MW untuk Sistem Lombok dan masing-masing 10 MW untuk Sistem Sumbawa dan Bima.
Pembangkit listrik Sistem Lombok, Sumbawa dan Bima berada dalam pengawasan langsung PT PLN Wilayah NTB.
"Semula diagendakan pengadaan mesin sewa MFO total 35 MW itu pada Agustus 2010, namun karena satu unit pembangkit PLTU Jeranjang akan dioperasionalkan Oktober mendatang sehingga akan disamakan dengan pengoperasional mesin sewa itu," ujarnya.
Selain itu, dalam tahun anggaran 2010 ini PLN juga mengupayakan dioperasionalkannya Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) berkapasitas 0,85 MW di Santong di Kabupaten Lombok Utara, dengan dukungan anggaran dari Bank Asia (ADB).
Juga, PLTMH berkapasitas 3,2 MW di Kokok Putih, kabupaten Lombok Timur dan PLTMH berkapasitas 5,8 MW di Segara Anak, Kabupaten Lombok Timur. Kedua PLTMH itu didukung dana IPP (Independent Power Producer) atau listrik swasta.
Pemerintah Korea juga bersedia memberi pinjaman lunak (loan) untuk membantu PT PLN membangun PLTU batu bara berkapasitas 50 Mega Watt ((MW) atau 2 x 25 MW di Jeranjang, Kabupaten Lombok Barat, yang diagendakan di tahun 2012.
PLTU dengan dukungan dana loan Korea itu akan makin memperkuat potensi PLTU batu bara berkapasitas 3 x 25 MW yang tengah dibangun di Jeranjang, Kabupaten Lombok Barat.
Selain itu, potensi panas bumi di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, akan segera digarap oleh PT PLN, namun akan diawali pada skala 2 x 10 MW.
Menurut Fathol, PLN sudah memiliki hasil survei geosain atas potensi panas bumi Sembalun yang dilakukan tahun 2007 dan 2008, sehingga diketahui potensi energi listriknya berkisar antara 75-100 Mega Watt equivalent (Mwe).
"Proses ternder pembangunan 2 x 10 MW untuk panas bumi Sembalun itu dilakukan di Jakarta, tetapi yang saya tahu akan dimulai dalam tahun 2010 ini dan diperkirakan menghasilkan energi panas bumi di tahun 2012," ujarnya.
Dengan demikian, kata Fathol, setelah lima tahun mendatang, NTB akan kelebihan energi listrik.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026