Mataram, 13/4 (ANTARA) - Calon transmigran di asrama transito Majeluk Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, merasa tidak nyaman karena tinggal bersama Jamaah Ahmadiyah Indonesia yang masih bertahan di lokasi tersebut.

  "Sekitar 130 orang anggota Jamaah Ahmadiyah Indonesia sejak empat tahun lalu hingga sekarang masih menempati asrama transito, setelah rumah mereka di Gerung, Lombok Barat, dirusak dan dibakar massa," kata Plt Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja NTB H. Sirojul Munir, di Mataram, Selasa.

   Jamaah Ahmadiyah Indonesia sejak empat tahun lalu diungsikan ke asrama transito Majeluk dan menempati blok barat, sedangkan di blok timur disiapkan untuk calon transmigran yang akan berangkat ke berbagai daerah di Indonesia.

   "Asrama transito khususnya yang ditempati warga Ahmadiyah kini sudah tidak terurus dan kelihatan kumuh, karena jumlah mereka terus bertambah, baik sebagai pendatang baru maupun anak yang baru lahir," katanya didampingi Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB H. Syarifuddin.

   Ia mengatakan asrama transito sangat dibutuhkan calon transmigran karena sebelum dimukimkan di lokasi baru mereka diberi pembekalan atau pelatihan.

   Pemerintah daerah pada 2010 akan memberangkatkan sekitar 475 kepala keluarga transmigran ke berbagai daerah baik di NTB maupun luar provinsi.

   "Sebanyak 475 calon transmigran tersebut akan dimukimkan di lokasi transmigrasi di Kabupaten Bima,  Sumbawa Barat, Dompu dan Kabupaten Lombok Timur, serta beberapa daerah di Kalimantan Barat, Gorontalo dan Sulawesi Tenggara," katanya.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026