Mataram, 14/4 (ANTARA) - Para kepala desa se-Pulau Lombok kecewa tidak bisa bertemu dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Para kades se-Pulau Lombok yang berjumlah sekitar 60 orang itu diterima Asisten Tatapraja dan Aparatur Sekretariat daerah (Setda) NTB H Sirojul Munir serta Kabag Humas dan Protokoler L. M. Faozal, di Mataram, Rabu.
Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKAD) Lombok Barat Amrul Jihadi yang juga Kepala Desa Tanaq Beaq, Kecamatan Narmada mengatakan kecewa karena para kepala desa yang datang dari jauh tidak bisa bertemu dengan gubernur karena sedang panen jagung.
"Kami merasa kecewa karena kedatangan yang ketiga kali ini tidak bisa bertemu gubernur secara langsung, padahal jauh sebelumnya kami sudah bersurat agar bisa dijadwalkan. Kenyataannya hanya diterima oleh asisten," katanya.
Para kepala desa se Pulau Lombok juga merasa dipermalukan karena kedatangan mereka disambut aparat kepolisian dan polisi pamong praja (Pol PP), padahal kedatangan mereka untuk bersilaturahmi dan menyampaikan aspirasi masyarakat di desa masing-masing.
"Kedatangan kami ke kantor gubernur bukan untuk menggelar unjuk rasa, tetapi ingin bertemu dan bersilaturahmi dengan gubenur sekaligus menyampaikan berbagai peroalan serta mencari jalan keluar terbaik. Karena itu kami kecewa kalau diperlakukan seperti pengunjuk rasa," katanya.
Menurut Amrul para kepala desa sudah lama ingin bertemu langsung dengan gubenur untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapai, namun sayangnya keinginan tersebut belum bisa diwujudkan.
Asisten Tata Praja dan Aparatur Setda NTB H Sirojul Munir mengatakan pihaknya memahami kekecewaan para kepala desa tersebut, karena itu akan diupayakan dalam kesempatan lain bisa diterima langsung oleh gubernur.
"Saya akan menyampaikan berbagai persoalan yang disampaikan para kepala desa dengan harapan bisa dicarikan solusi terbaik ," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026