#DESIL BPS

Kumpulan berita desil bps, ditemukan 38 berita.

PKP melonggarkan batas penghasilan penerima rumah subsidi

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) melonggarkan batas maksimal penghasilan penerima rumah subsidi sebagai hunian pertama di kawasan Jabodetabek dari Rp7 juta menjadi ...

Sebanyak 1.000 rumah subsidi didiapkan bagi wartawan

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menyatakan pihaknya menyiapkan 1.000 rumah subsidi bagi profesi wartawan dan 20.000 pagi petani dari program fasilitas likuiditas ...

Wagub: data kemiskinan NTB belum sesuai kondisi aktual

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Sitti Rohmi Djalillah mengklaim data kemiskinan sebesar 13,8 persen di wilayah itu belum sesuai kondisi aktual yang terjadi di masyarakat. "Kalau ...

Jumlah penduduk miskin di NTB bertambah 12.800 orang

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat pada September sebanyak 744.690 orang atau bertambah 12.800 jiwa terhadap Maret 2022. "Persentase penduduk ...

Pemprov NTB mengalokasikan Rp1,2 triliun untuk entaskan kemiskinan

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk program pengentasan kemiskinan pada tahun 2023. Kepala Bappeda NTBIswandidi Mataram, Selasa, ...

Miskin ekstrem di NTB mencapai 176.029 jiwa

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengungkapkan jumlah keluarga dengan kategori miskin ekstrem di wilayah itu mencapai 176.029 jiwa di tahun 2022. Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Gita ...

Data PK-21 catat keluarga Indonesia bertambah 2,2 juta

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional membeberkan bahwa hasil pemutakhiranPendataan Keluarga 2021 (PK-21) telah mencatat jumlah keluarga di Indonesia mengalami penambahan sebanyak ...

Wagub: banyak program penurunan kemiskinan tidak tepat sasaran

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Sitti Rohmi Djalilah menyebutkan selama ini banyak di antara program penurunan kemiskinan di provinsi itu tidak tepat sasaran karena belum valid-nya data penduduk ...