Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat HM Zainul Majdi memanfaatkan lahan pekarangan yang ada di pendopo untuk budidaya beberapa jenis sayuran dan tanaman obat sebagai salah satu bentuk partisipasinya mewujudkan ketahanan pangan.
    
     "Ini merupakan bukti nyata, komitmen Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam penganekaragaman konsumsi pangan dan pemanfatan pekarangan menuju ketahanan pangan," katanya di Mataram, Selasa.
     Di sela kegiatan panen sayuran dan tanaman obat yang ditanam di lahan seluas sekitar satu are, Zainul Majdi mengatakan, upaya memanfaatkan lahan pekarangan yang terbatas di wilayah perkotaan untuk kegiatan budidaya sayur-sayuran penting dilakukan karena akan berdampak terhadap efisiensi pengeluaran masyarakat.
     Pemanfaatan lahan pekarangan di wilayah perkotaan yang luasnya relatif terbatas bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi sederhana seperti "hidroponik".
     "Hasilnya bisa untuk untuk konsumsi sendiri. Dan jika lebih besar bisa menjadi salah satu sumber penambahan ekonomi keluarga. Yang paling penting adalah tanaman hijau sangat bermanfaat bagi anak-anak," kata Gubernur didampingi Ketua Penggerak PKK NTB Hj Rabiatul Adawiyah dan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) NTB Hj. Husnanidiaty Nurdin.
     Ketua Tim Penggerak PKK NTB Hj Rabiatul Adawiyah mengatakan, untuk mendukung penganekaragaman pangan serta pemanfatan areal pekarangan, pihaknya sudah bersurat dan menyosialisasikan ke seluruh anggota penggerak PKK di tingkat kabupaten/kota se-NTB, yang selanjutnya diteruskan ke PKK di tingkat kecamatan dan desa.
     Menurut dia, pemanfatan pekarangan untuk menanam berbagai jenis sayur-mayur dan tanaman obat tidak terlalu sulit, asal ada kemauan dari masyarakat itu sendiri.
     "Tim Penggerak PKK NTB ikut mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan. Salah satunya dengan mendorong anggota untuk memanfaatkan lahan pekarangan di rumah meskipun relatif terbatas untuk lahan sayur-sayuran," katanya.
    
     Kepala BKP NTB, Hj, Husnanidiaty Nurdin, menambahkan, dalam rangka mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan menuju pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman, telah terbit Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 22 tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal.
     "Sasaran terbitnya Perpres itu adalah untuk mendorong terwujudnya pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman dengan lebih cepat dan terukur," katanya.
     Menurut dia, salah satu indikator pencapaian peningkatan kualitas konsumsi pangan ini diindikasikan oleh tercapainya skor pola pangan harapan (PPH).
     Skor PPH di NTB pada 2008 sebesar 73,4 persen atau lebih rendah dari target yang diharapkan yakni sebesar 74,2 persen.
     Untuk itu, pihaknya terus menggalakkan upaya sosialisasi kepada seluruh komponen masyarakat tentang pentingnya penganekaragaman konsumsi pangan.
     "Dalam upaya sosialisasi kami tidak bergerak sendiri-sendiri. Berbagai komponen termasuk dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) pondok pesantren hingga mahasiswa, kita libatkan," katanya.(*)


Keterangan Foto:
Foto 1. Gubernur NTB HM. Zainul Majdi bersama isteri memetik sayuran di pekarangan pendopo.

Foto 2. Kepala BKP NTB Hj. Husnanidiaty Nurdin, bersama isteri Gubernur NTB, yang juga Ketua Tim Penggerak PKK NTB Hj. Rabiatul Adawiyah Majdi.