PENGAMATAN HILAL DI NTB TERHALANG AWAN
Rabu, 11 Agustus 2010 8:28 WIB
Mataram (ANTARA) - Tim pengamat rukyat hilal bulan Ramadhan 1431 Hijriyah tidak dapat melihat hilal dari Pantai Tanjung Karang Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, karena terhalang awan.
"Hilal tidak bisa terlihat karena terhalang awan," kata Ida Suryati, tenaga ahli hisab rukyat Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat (NTB), di Mataram, Selasa.
Ia mengatakan tim pengamat rukyat hilal bulan Ramadhan 1431 Hijriah berasal dari beberapa lembaga seperti Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Observatorium Boscha Bandung, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB.
"Kegiatan pengamatan hilal juga dipantau oleh tim dari Mahkamah Agung," katanya.
Menurut dia pemantauan rukyat hilal bulan puasa Ramadhan 1431 H, yang melibatkan berbagai lembaga terkait di tingkat nasional tersebut, merupakan yang pertama kali di NTB.
NTB merupakan satu dari 12 provinsi yang ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai pos pengamatan rukyat hilal bulan Ramadhan 1431 H, sehingga tidak menutup kemungkinan rukyat hilal bisa terlihat di provinsi lain.
"Kami juga sedang menunggu hasil pengamatan dari provinsi lain terutama di wilayah Indonesia bagian barat yang memiliki perbedaan waktu satu jam dengan NTB," katanya.
Ida mengatakan hasil pemantauan tim pengamat dihubungkan langsung dengan sistem informasi di Kemkominfo secara "online" dengan bantuan peralatan dari PT Telkom, kemudian dibahas pada sidang isbat rukyatul hilal Kementerian Agama.
"Keputusan apakah sudah memasuki bulan Ramadhan atau belum akan ditentukan oleh sidang isbat yang hasilnya nanti malam akan diumumkan oleh Menteri Agama," katanya.
Kepala Bidang Bina Operasi Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Soemarso mengatakan pengamatan rukyat hilal bulan Ramadhan di NTB pada 2009 dilakukan di Pantai Malimbu, Senggigi, Lombok Barat.
Namun pada 2010 diarahkan di Pantai Tanjung Karang Ampenan, Kota Mataram, karena posisi azimut matahari berada pada sekitar 284 derajat, sehingga posisi terbenamnya matahari menghadap ke arah Gunung Agung di Bali.
"Setelah melakukan observasi di lapangan, pada 2010 tidak bisa di Pantai Malimbu. Hal ini sudah dikoordinasikan dengan pusat dan lokasi strategis di Pantai Tanjung Karang Ampenan," katanya.(*)
Keterangan foto: Seorang pegawai BMKG sedang melakukang pengamatan terhadap posisi matahari saat proses penentuan hilal di Pantai Tanjung Karang, Mataram, Selasa (10/8).
"Hilal tidak bisa terlihat karena terhalang awan," kata Ida Suryati, tenaga ahli hisab rukyat Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat (NTB), di Mataram, Selasa.
Ia mengatakan tim pengamat rukyat hilal bulan Ramadhan 1431 Hijriah berasal dari beberapa lembaga seperti Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Observatorium Boscha Bandung, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB.
"Kegiatan pengamatan hilal juga dipantau oleh tim dari Mahkamah Agung," katanya.
Menurut dia pemantauan rukyat hilal bulan puasa Ramadhan 1431 H, yang melibatkan berbagai lembaga terkait di tingkat nasional tersebut, merupakan yang pertama kali di NTB.
NTB merupakan satu dari 12 provinsi yang ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai pos pengamatan rukyat hilal bulan Ramadhan 1431 H, sehingga tidak menutup kemungkinan rukyat hilal bisa terlihat di provinsi lain.
"Kami juga sedang menunggu hasil pengamatan dari provinsi lain terutama di wilayah Indonesia bagian barat yang memiliki perbedaan waktu satu jam dengan NTB," katanya.
Ida mengatakan hasil pemantauan tim pengamat dihubungkan langsung dengan sistem informasi di Kemkominfo secara "online" dengan bantuan peralatan dari PT Telkom, kemudian dibahas pada sidang isbat rukyatul hilal Kementerian Agama.
"Keputusan apakah sudah memasuki bulan Ramadhan atau belum akan ditentukan oleh sidang isbat yang hasilnya nanti malam akan diumumkan oleh Menteri Agama," katanya.
Kepala Bidang Bina Operasi Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Soemarso mengatakan pengamatan rukyat hilal bulan Ramadhan di NTB pada 2009 dilakukan di Pantai Malimbu, Senggigi, Lombok Barat.
Namun pada 2010 diarahkan di Pantai Tanjung Karang Ampenan, Kota Mataram, karena posisi azimut matahari berada pada sekitar 284 derajat, sehingga posisi terbenamnya matahari menghadap ke arah Gunung Agung di Bali.
"Setelah melakukan observasi di lapangan, pada 2010 tidak bisa di Pantai Malimbu. Hal ini sudah dikoordinasikan dengan pusat dan lokasi strategis di Pantai Tanjung Karang Ampenan," katanya.(*)
Keterangan foto: Seorang pegawai BMKG sedang melakukang pengamatan terhadap posisi matahari saat proses penentuan hilal di Pantai Tanjung Karang, Mataram, Selasa (10/8).
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Saksi sidang korupsi Poltekkes Mataram mengungkap ada barang tak berguna
04 January 2024 17:48 WIB, 2024
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Saksi sidang korupsi Poltekkes Mataram mengungkap ada barang tak berguna
04 January 2024 17:48 WIB, 2024