Mataram (ANTARA) - Satuan Tugas COVID-19 Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyatakan tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Kota Mataram dalam waktu enam hari naik signifikan, dengan jumlah pasien sembuh tercatat mencapai 296 orang.

Juru Bicara Satuan Tugas COVID-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Senin, mengatakan dari data kewaspadaan COVID-19 Pemerintah Provinsi NTB terlihat pada tanggal 18 Mei jumlah pasien COVID-19 yang masih isolasi sebanyak 398 orang, kemudian turun menjadi 102 orang pada 23 Mei 2021.

"Artinya, dalam waktu enam hari jumlah pasien sembuh mencapai 296 orang. Angka kesembuhan itu tentu naik signifikan dalam waktu singkat," katanya.

Dengan demikian, secara akumulasi jumlah pasien sembuh di Kota Mataram per tanggal 23 Mei 2021 tercatat sebanyak 3.444 orang dan meninggal 164 orang.

Tingginya angka kesembuhan pasien COVID-19 tersebut, katanya, dipicu karena upaya 3T, yakni testing atau tindakan melakukan tes COVID-19, kemudian penelusuran kontak erat, dan tindak lanjut berupa perawatan pada pasien COVID-19, berjalan optimal.

"Terutama untuk perawatan, kita memberikan pelayanan maksimal baik untuk pasien komorbid yang dirawat di rumah sakit maupun untuk pasien tanpa gejala yang dirawat pada dua rumah sakit darurat menjadi prioritas sehingga mempengaruhi angka kesembuhan pasien COVID-19," katanya.

Akan tetapi, meskipun angka kesembuhan pasien COVID-19 di Kota Mataram naik signifikan, namun zonasi Kota Mataram sampai saat ini masih masuk zona oranye (risiko sedang) penyebaran COVID-19.

"Masih perlu kerja keras lagi, untuk meningkatkan zona Mataram menjadi zona kuning atau hijau COVID-19," katanya.

Terkait dengan itu, Swandiasa yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, berharap agar masyarakat terus mendukung dan kooperatif menerapkan protokol kesehatan ketika beraktivitas di luar rumah.

"Setelah vaksin, gerakan 5M harus dilaksanakan yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilisasi dan menghindari kerumunan," katanya.*
 

Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024