Baznas Mataram bantu membangun jamban dukung setop BAB sembarangan
Kamis, 9 September 2021 19:41 WIB
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mataram H Mahsar Malaca. (Foto: ANTARA/Nirkomala)
Mataram (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, membantu pembangunan jamban keluarga untuk mendukung target setop buang air besar sembarangan (BABS) atau ODF ("open defecation free") di kota ini.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mataram H Mahsar Malaca di Mataram, Kamis, mengatakan program pembangunan jamban keluarga tersebut akan dipusatkan pada Lingkungan Karang Seme, Kecamatan Sekarbela.
"Kita diminta membantu pembangunan jamban keluarga sebanyak 16 unit. Jumlah itu turun dari rencana pembangunan jamban keluarga di Karang Seme sebanyak 30 unit," katanya.
Pernyataan itu disampaikannya seusai mengikuti audiensi terkait deklarasi ODF sekaligus persiapan Kota Mataram mengikuti penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award tahun 2021, yang berlangsung di Ruang Kenari, Kantor Wali Kota Mataram.
Menurut Mahsar, turunnya kuota rencana pembangunan jamban keluarga di Karang Seme oleh Baznas itu karena lahan pada 14 lokasi rumah sasaran tidak memungkinkan untuk pembuatan jamban keluarga sesuai standar sanitasi yakni dengan menggunakan "septic tank".
Dengan demikian, katanya, untuk kepala keluarga (KK) lainnya, yang tidak bisa diintervensi Baznas akan diintervensi pemerintah kota melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
"Mungkin nanti Dinas Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Dinas Kesehatan yang akan menyelesaikan," katanya.
Lebih jauh, Mahsar mengatakan, untuk pembangunan 16 unit jaman keluarga tersebut, akan disiapkan anggaran sekitar Rp3 juta per satu unit atau sekitar Rp48 juta.
"Itu masih hitungan kasar atau asumsi kita, pastinya kita akan merinci kebutuhan dana lebih detail lagi sebelum kegiatan dilaksanakan," katanya.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mataram H Mahsar Malaca di Mataram, Kamis, mengatakan program pembangunan jamban keluarga tersebut akan dipusatkan pada Lingkungan Karang Seme, Kecamatan Sekarbela.
"Kita diminta membantu pembangunan jamban keluarga sebanyak 16 unit. Jumlah itu turun dari rencana pembangunan jamban keluarga di Karang Seme sebanyak 30 unit," katanya.
Pernyataan itu disampaikannya seusai mengikuti audiensi terkait deklarasi ODF sekaligus persiapan Kota Mataram mengikuti penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award tahun 2021, yang berlangsung di Ruang Kenari, Kantor Wali Kota Mataram.
Menurut Mahsar, turunnya kuota rencana pembangunan jamban keluarga di Karang Seme oleh Baznas itu karena lahan pada 14 lokasi rumah sasaran tidak memungkinkan untuk pembuatan jamban keluarga sesuai standar sanitasi yakni dengan menggunakan "septic tank".
Dengan demikian, katanya, untuk kepala keluarga (KK) lainnya, yang tidak bisa diintervensi Baznas akan diintervensi pemerintah kota melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
"Mungkin nanti Dinas Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Dinas Kesehatan yang akan menyelesaikan," katanya.
Lebih jauh, Mahsar mengatakan, untuk pembangunan 16 unit jaman keluarga tersebut, akan disiapkan anggaran sekitar Rp3 juta per satu unit atau sekitar Rp48 juta.
"Itu masih hitungan kasar atau asumsi kita, pastinya kita akan merinci kebutuhan dana lebih detail lagi sebelum kegiatan dilaksanakan," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bank NTB Syariah dan BAZNAS Lombok Barat resmikan rumah layak huni dan gerobak produktif
05 January 2026 6:00 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Anggota DPD RI Lia Istifhama apresiasi program revitalisasi sekolah, Jatim tertinggi usulan Nasional
30 January 2026 17:35 WIB
Senator Lia Istifhama: Penyederhanaan verifikasi BPJS perkuat perlindungan dana jamaah haji
30 January 2026 17:29 WIB