Mataram (ANTARA) - Unit Pelaksana Teknis Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Nusa Tenggara Barat memastikan 11 jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) korban kapal tenggelam sudah dipulangkan dari Malaysia, di mana tujuh orang adalah warga NTB.

"Kesebelas jenazah dipulangkan hari ini, kami telah menerima informasi pemulangan jenazah PMI tersebut dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia," kata Kepala UPT BP2MI NTB Abri Danar Prabawa di Mataram, Kamis.

Ia menyebutkan tujuh jenazah warga NTB yang dipulangkan pada Kamis ini terdiri atas tiga warga Kabupaten Lombok Tengah, yakni Bangsal Udin, Syech Mulachela dan Sopian.

Sedangkan empat jenazah lainnya merupakan warga Kabupaten Lombok Timur atas nama Ahmad Abdullah Patoni, Julia Ningsih, Herman dan Juminah.

Pemulangan kesebelas jenazah PMI tersebut melalui jalur laut dari Johor Bahru, Malaysia, menuju Batam, Indonesia, menggunakan Kapal Polisi Air Indonesia karena padatnya antrean kargo udara dari Kuala Lumpur, Malaysia.

"Selanjutnya, ketujuh jenazah PMI asal NTB akan dipulangkan secara bertahap dari Batam, pada Jumat (24/12)," ujar Abri Danar.

Gelombang pertama, kata dia, jenazah Bangsal Udin dan Syech Mulachela, serta Ahmad Abdullah Patoni, dijadwalkan menggunakan pesawat Batik Air, ID6863 rute Batam-Jakarta dilanjutkan pesawat Lion AIr, JT654 rute Jakarta-Lombok dengan perkiraan kedatangan di Bandara Zainuddin Abdul Madjid, Lombok, Jumat (24/12), pukul 14.15 Wita.

Gelombang kedua, jenazah Sopian dan Julianingsih juga akan diterbangkan dari Batam ke Jakarta pada hari yang sama pukul 12.15 WIB, dan gelombang ketiga jenazah Herman dan Juminah pada pukul 13.00 WIB.

"Keempat jenazah PMI korban kapal tenggelam tersebut akan diterbangkan lagi dari Jakarta ke Lombok keesokan harinya pada Sabtu, (25/12)," ucap Abri Danar.

UPT BP2MI NTB telah berkoordinasi dengan instansi terkait khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Tengah, dan Kabupaten Lombok Timur, terkait fasilitasi pemulangan jenazah PMI tersebut ke daerah asal.
 

Pewarta : Awaludin
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024