Mataram (ANTARA) - Batalion Tatag Trawang Tungga yang merupakan Alumni Akademi Kepolisian Angkatan 2004 melaksanakan bakti sosial dengan membagikan paket sembako buat warga terdampak banjir bandang di Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

"Kegiatan ini kami laksanakan dengan harapan dapat membantu meringankan beban warga yang terkena dampak musibah banjir bandang. Semoga apa yang sudah kami salurkan ini bermanfaat," kata Komisaris Polisi Haryanto, anggota perwakilan Alumni Akpol 2004, di Mataram, Kamis.

Kompol Haryanto yang juga Komandan Batalion A Pelopor Satuan Brimob Kepolisian Daerah NTB itu menyampaikan bahwa dirinya bersama seluruh Alumni Akpol 2004 merasa prihatin mendengar dampak dari bencana alam yang terjadi pada 6 Desember 2021 tersebut.

Bahkan duka yang dialami warga Dusun Batulayar Utara, Desa Batulayar, Kabupaten Lombok Barat ini dikatakan Haryanto, sudah lama menjadi perhatian Alumni Akpol 2004.

"Hanya saja, baru sekarang kami bisa realisasikan kegiatan ini yang sekaligus menjadi momentum untuk mengucap rasa syukur atas pengabdian kami kepada masyarakat yang sudah berjalan selama 17 tahun," ujarnya.

Penyerahan paket sembako berlangsung Kamis. Haryanto menyerahkan bantuan bersama anggota Alumni Akpol 2004 lainnya, yakni Kompol Didik Putra Kuncoro Kasubdit IV Reskrimsus Polda NTB, dan Kompol Yasmara Kasubdit III Reskrimum Polda NTB.

Kepala Dusun Batulayar Utara Solihin M yang mewakili warganya menerima 250 paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, dan telur itu, mengucapkan syukur dan terima kasih.

"Saya mewakili warga mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian atas bantuan yang diberikan ini, pastinya bantuan ini sangat membantu kami yang sedang berbenah usai dilanda musibah," kata Solihin.

Banjir bandang yang terjadi Senin (6/12) pagi, sekitar pukul 09.00 WITA itu memorak-porandakan permukiman warga Dusun Batulayar Utara. Sekitar 200 kepala keluarga telah dipindahkan ke tempat yang lebih layak dan aman dari ancaman bencana.

Dalam musibah tersebut, lima warga Dusun Batulayar Utara dengan permukimannya yang berlokasi di lembah perbukitan tersebut, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Terakhir Amaq Suri yang jenazahnya ditemukan Selasa (7/12) sore, sekitar pukul 15.00 WITA. Lokasi penemuan jenazah diperkirakan 50 meter dari rumahnya yang sudah rata dengan tanah akibat tersapu banjir bandang.

Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024