Mataram dinyatakan sudah melewati puncak COVID-19
Senin, 21 Februari 2022 15:22 WIB
Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana. (ANTARA/Nirkomala)
Mataram (ANTARA) - Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menjadi salah satu dari 12 kabupaten/kota se-Indonesia yang dinyatakan telah melewati puncak penyebaran COVID-19 gelombang ketiga ditandai dengan melandainya temuan kasus positif baru.
"Alhamdulillah berdasarkan hasil evaluasi PPKM Kota Mataram yang dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Mataram dinyatakan sudah melewati puncak penyebaran COVID-19," kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Senin.
Menurut Wali kota, salah satu indikator puncak penularan COVID-19 dilihat dari temuan kasus baru setiap hari yang mencapai tiga digit dan di Mataram pernah sampai 223 kasus baru COVID-19 per hari.
"Tapi sekarang Alhamdulillah sudah mulai melandai, terakhir temuan baru COVID-19 sebanyak 67 kasus. Semoga angka temuan kasus baru COVID-19 terus menurun," katanya.
Kendati demikian, Wali kota tetap meminta masyarakat agar terus waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 serta melakukan vaksinasi.
Selain itu, pemerintah kota untuk sementara tetap menunda pengeluaran izin terhadap kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan sehingga bisa menjadi wadah penyebaran COVID-19.
"Semoga akhir Februari ini, penyebaran COVID-19 bisa hilang agar kita dapat melakukan evaluasi kembali untuk penerapan aturan yang lebih longgar," katanya.
Di sisi lain, wali kota berharap masyarakat bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini. Artinya, ketika masyarakat mengalami gejala kurang sehat sebaiknya segera berobat dan melakukan isolasi mandiri.
"Apalagi kita sudah siapkan layanan konsultasi telemedis dan 'home care' secara gratis, yang bisa dimanfaatkan," katanya.
"Alhamdulillah berdasarkan hasil evaluasi PPKM Kota Mataram yang dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Mataram dinyatakan sudah melewati puncak penyebaran COVID-19," kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Senin.
Menurut Wali kota, salah satu indikator puncak penularan COVID-19 dilihat dari temuan kasus baru setiap hari yang mencapai tiga digit dan di Mataram pernah sampai 223 kasus baru COVID-19 per hari.
"Tapi sekarang Alhamdulillah sudah mulai melandai, terakhir temuan baru COVID-19 sebanyak 67 kasus. Semoga angka temuan kasus baru COVID-19 terus menurun," katanya.
Kendati demikian, Wali kota tetap meminta masyarakat agar terus waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 serta melakukan vaksinasi.
Selain itu, pemerintah kota untuk sementara tetap menunda pengeluaran izin terhadap kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan sehingga bisa menjadi wadah penyebaran COVID-19.
"Semoga akhir Februari ini, penyebaran COVID-19 bisa hilang agar kita dapat melakukan evaluasi kembali untuk penerapan aturan yang lebih longgar," katanya.
Di sisi lain, wali kota berharap masyarakat bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini. Artinya, ketika masyarakat mengalami gejala kurang sehat sebaiknya segera berobat dan melakukan isolasi mandiri.
"Apalagi kita sudah siapkan layanan konsultasi telemedis dan 'home care' secara gratis, yang bisa dimanfaatkan," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polresta Mataram rampungkan petunjuk jaksa terkait korupsi masker COVID-19
15 January 2026 15:20 WIB
Polresta Mataram rampungkan berkas korupsi masker COVID milik empat tersangka
08 August 2025 18:34 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Anggota DPD RI Lia Istifhama apresiasi program revitalisasi sekolah, Jatim tertinggi usulan Nasional
30 January 2026 17:35 WIB
Senator Lia Istifhama: Penyederhanaan verifikasi BPJS perkuat perlindungan dana jamaah haji
30 January 2026 17:29 WIB