DLH Mataram lakukan perantingan pohon pelindung secara masif
Senin, 23 Mei 2022 14:44 WIB
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, membersihkan sisa pemangkasan pohon pelindung di Jalan Arif Rahman Hakim Karang Bedil Mataram, Senin (23/5-2022). (Foto: ANTARA/Nirkomala)
Mataram (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, melakukan perantingan dan pemangkasan pohon pelindung secara masif sebagai upaya antisipasi pohon tumbang ketika terjadi cuaca ekstrem.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, mengatakan, kegiatan perantingan dan pemangkasan pohon ini dilakukan di semua ruas jalan utama di enam kecamatan se-Kota Mataram.
"Sebelum di ranting atau dipangkas, petugas melihat dulu kondisi pohon apakah cukup di ranting atau dipangkas agar tumbuh batang dan daun baru," katanya.
Menurutnya, untuk jenis pohon pelindung yang dipangkas adalah selain pohon kenari dan asam sebab jika pohon kenari dan asam dipangkas bisa mati.
"Karenanya, untuk jenis pohon kenari yang berada di Jalan Langko masih di pertimbangan untuk dipangkas. Tapi untuk mengurangi beban bisa kita rantingkan," katanya.
Sekertaris DLH Kota Mataram Irwansyah menambahkan, kegiatan perantingan dan pemangkasan pohon secara massal itu melibatkan dua tim dari Satgas DLH.
"Jika pohon yang akan dipangkas kecil di turun satu tim, tapi kalau pohonnya besar disiagakan dua tim. Satu tim anggotanya lengkap, ada yang bagian potong, angkat, sopir dan lainnya," katanya.
Untuk menghindari kemacetan arus lalu lintas saat pemangkasan pohon pelindung, pihaknya memberikan tanda rambu lalu lintas agar pengguna jalan yang melintas berhati-hati.
"Setelah proses perantingan dan pemangkasan, petugas kami langsung membersihkan ranting atau batang pohon yang jatuh ke badan jalan ke atas truk untuk dikumpulkan dan dibuang," katanya menambahkan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, mengatakan, kegiatan perantingan dan pemangkasan pohon ini dilakukan di semua ruas jalan utama di enam kecamatan se-Kota Mataram.
"Sebelum di ranting atau dipangkas, petugas melihat dulu kondisi pohon apakah cukup di ranting atau dipangkas agar tumbuh batang dan daun baru," katanya.
Menurutnya, untuk jenis pohon pelindung yang dipangkas adalah selain pohon kenari dan asam sebab jika pohon kenari dan asam dipangkas bisa mati.
"Karenanya, untuk jenis pohon kenari yang berada di Jalan Langko masih di pertimbangan untuk dipangkas. Tapi untuk mengurangi beban bisa kita rantingkan," katanya.
Sekertaris DLH Kota Mataram Irwansyah menambahkan, kegiatan perantingan dan pemangkasan pohon secara massal itu melibatkan dua tim dari Satgas DLH.
"Jika pohon yang akan dipangkas kecil di turun satu tim, tapi kalau pohonnya besar disiagakan dua tim. Satu tim anggotanya lengkap, ada yang bagian potong, angkat, sopir dan lainnya," katanya.
Untuk menghindari kemacetan arus lalu lintas saat pemangkasan pohon pelindung, pihaknya memberikan tanda rambu lalu lintas agar pengguna jalan yang melintas berhati-hati.
"Setelah proses perantingan dan pemangkasan, petugas kami langsung membersihkan ranting atau batang pohon yang jatuh ke badan jalan ke atas truk untuk dikumpulkan dan dibuang," katanya menambahkan.
Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tanam 555 bibit pohon, Desa Tumpak hijaukan kawasan Hutan Pujut Lombok Tengah
11 February 2026 14:11 WIB
Bupati Jarot tegaskan safari Sumbawa menanam sebagai gerakan moral jaga hutan
02 February 2026 12:03 WIB
KPU Dompu canangkan penanaman pohon sebagai simbol perawatan demokrasi berkelanjutan
19 January 2026 21:08 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pengelolaan sampah Nasional naik ke 24,95 persen, Target 100 persen masih jauh
11 February 2026 17:18 WIB
Sebanyak 1,67 juta orang diprediksi padati Ketapang--Gilimanuk pada Lebaran
11 February 2026 6:40 WIB