Bima (ANTARA) - Angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, mengakibatkan kerusakan puluhan rumah warga, fasilitas umum, serta gangguan arus lalu lintas di beberapa titik.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Nurul Huda, mengatakan cuaca ekstrem tersebut terjadi sejak pukul 09.00 Wita dan berlangsung hingga sekitar pukul 12.30 Wita.
"Angin kencang berdampak di beberapa kecamatan, terutama Wera, Ambalawi, dan Tambora. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material cukup signifikan," kata Nurul Huda saat dikonfirmasi, Selasa malam.
Di Kecamatan Wera, bencana angin kencang paling parah terjadi di Desa Tawali. Sebanyak enam unit rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori rusak sedang hingga berat akibat tertimpa pohon dan terbangnya atap rumah.
"Enam kepala keluarga terdampak, tiga di antaranya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Total kerugian di desa ini diperkirakan mencapai Rp96 juta," jelasnya.
Selain Desa Tawali, angin kencang juga merusak satu unit rumah warga di Desa Sangiang dengan kerugian sekitar Rp20 juta, satu unit mobil warga di Desa Ntoke senilai Rp10 juta, serta satu unit garasi mobil di Desa Oi Tui dengan kerugian sekitar Rp2 juta.
Masih di Kecamatan Wera, pohon tumbang berukuran besar sempat menghambat arus lalu lintas di Jalan Raya Lintas Bima-Wera, Desa Wora. Akses jalan kembali normal setelah personel TNI-Polri bersama warga melakukan pembersihan.
Sementara itu, di Kecamatan Ambalawi, tepatnya di Desa Mawu, pohon tumbang mengganggu jalur lintas Bima-Wera dan merusak satu unit mobil yang sedang melintas. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Baca juga: Bima dilanda banjir dua hari, 664 KK terdampak
Di Kecamatan Tambora, angin kencang dan angin puting beliung melanda Desa Rasabou dan Desa Kawinda Na’e, menyebabkan kerusakan pada empat unit rumah warga dengan total kerugian sekitar Rp50 juta. Satu kepala keluarga dilaporkan mengungsi sementara.
Selain rumah warga, bencana angin kencang juga merusak sarana pendidikan. SDN Labuan Kananga, Kecamatan Tambora, mengalami kerusakan pada bagian atap, sehingga pihak kepolisian setempat mengevakuasi siswa dan memulangkan mereka lebih awal demi keselamatan.
Baca juga: Pemkot Bima matangkan kesiapsiagaan menghadapi bencana secara terpadu
Nurul Huda menambahkan, BPBD telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, TNI-Polri, serta pemerintah desa untuk pendataan, kaji cepat, dan penanganan darurat. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.
"Masyarakat diharapkan segera melapor ke BPBD, pemerintah desa, atau aparat setempat jika terjadi kondisi darurat," katanya.
Hingga Selasa malam pukul 18.40 Wita, seluruh wilayah terdampak dilaporkan dalam kondisi kondusif dan aktivitas warga mulai kembali normal.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026