Hujan deras dan angin kencang dini hari picu pohon tumbang di Mataram

id Pemkot,Kota Mataram,tim terpadu,pohon tumbang

Hujan deras dan angin kencang dini hari picu pohon tumbang di Mataram

Tampak belakang, Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Mataram Akhmad Muzaki (tapi oranye) memantau proses evakuasi pohon Beringin Karet yang tumbang di Taman Bako (Bawak Kokok) Sukaraja, Ampenan, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa (20/1-2026). ANTARA/Nirkomala.

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menurunkan tim terpadu untuk melakukan penanganan pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang sekitar pukul 04.00 WITA.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Mataram Akhmad Muzaki di Mataram, Selasa, mengatakan, pohon tumbang tersebut murni dipicu karena cuaca ekstrem hujan lebat disertai angin kencang.

"Dari sekitar delapan pohon tumbang, pohon beringinkKaret di Taman Bako (Bawak Kokok) Sukaraja Ampenan yang paling besar sehingga harus segera kami evakuasi," katanya saat ditemui di lokasi evakuasi pohon tumbang di Sukaraja Ampenan.

Terkait dengan itu, dalam penanganannya diturunkan tim terpadu selain dari BPBD juga Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Perhubungan, dan dibantu dari TNI.

Baca juga: Pohon rawan tumbang di Mataram didata antisipasi cuaca ekstrem

Dengan menurunkan personel dan peralatan maksimal bahkan hingga menggunakan mobil milik Dinas Perhubungan karena kondisi dahan pohon yang harus dipotong lebih hati-hati agar tidak menimbulkan risiko dan dampak meluas terhadap rumah yang tertimpa.

Menurutnya, beringin yang tumbang di Taman Bako tersebut menimpa rumah salah satu warga dan menutup akses jalan, karenanya selama proses evakuasi, jalan di pinggir Kali Jangkuk Sukaraja sementara ditutup.

"Proses evakuasi, kami targetkan rampung hari ini agar akses jalan bisa di buka kembali. Sementara untuk merapikan dahan dan ranting bisa dilanjutkan hari berikutnya," katanya.

Muzaki mengatakan, pohon tumbang tersebut jadi karena kondisi tanah yang sudah labil atau jenuh air akibat hujan yang terjadi terus menerus dalam beberapa pekan terakhir, sehingga begitu terjadi angin kencang pohon sudah tidak bisa menahan bobot yang ada.

Baca juga: Belasan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem di Mataram

Sementara untuk kerusakan rumah warga, BPBD tetap akan melakukan pendataan terhadap kerugian dan akan masuk dalam laporan.

"Untuk bantuan kami belum bisa pastikan, yang jelas kerugian akan kami data," katanya.

Lebih jauh Muzaki menambahkan, potensi hujan dan angin kencang diprediksi masih terjadi beberapa hari ke depan, terkait dengan itu pihaknya mengimbau masyarakat agar terus waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Data terakhir dari DLH Kota Mataram pada pukul 12.30 WITA mencatat, jumlah pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang di Kota Mataram pada Selasa (20/1-2026) sekitar pukul 04.00 WITA, sebanyak delapan pohon.

Delapan pohon tersebut meliputi, pohon waru di Jalan Brawijaya, Beringin Karet di Taman Bako Ampenan, Saga Jalan Sriwijaya, Trembesi di Jalan Udayana, Waru di Sandubaya, Ketapang Kencana di Moncok Karya, Waru di Pondok Prasi Bintaro, dan pohon kurma di Jalan Palapa.

"Saat ini, tim terpadu sedang melakukan evakuasi pada titik-titik tersebut," katanya.

Baca juga: Sebanyak 15 pohon di Mataram tumbang akibat cuaca ekstrem
Baca juga: Alat pendeteksi kesehatan pohon diperlukan di Mataram

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.