Mataram (ANTARA) - Satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibangun atas kerja sama Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan pemerintah pusat segera beroperasi.
"Saat ini kami tinggal menunggu mekanisme penyerahan dari pemerintah pusat," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri di Mataram, Selasa.
Ia mengatakan dapur MBG tersebut murni dibangun pemerintah pusat, sedangkan Pemerintah Kota Mataram hanya menyiapkan lahan sekitar 700 meter persegi berlokasi di barat Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan.
Dari empat lokasi yang diusulkan Pemerintah Kota Mataram untuk pembangunan dapur MBG, hanya satu titik itu saja yang disetujui pemerintah pusat.
"Proses pembangunan fisik dan lainnya sudah selesai, tinggal diserahkan ke kami," katanya.
Baca juga: BGN reminds SPPGs to uphold operational standards in MBG program
Selanjutnya, Pemerintah Kota Mataram menunggu petunjuk teknis pelaksanaan terkait mekanisme pengelolaan dengan Badan Gizi Nasional (BGN), kemudian menentukan mitra.
"Sehingga, pengelolaan dilakukan oleh mitra. Tapi, untuk kepastiannya, kami menunggu regulasi dari pemerintah pusat," katanya.
Pada kesempatan itu, Sekda membantah adanya istilah operasional motor, sebab itu sepenuhnya menunggu tahap serah terima aset dan pengelolaan dapur MBG.
"Bukan molor ya, tapi penyerahan yang belum rampung," katanya.
Baca juga: Disperindag NTB menemukan pelanggaran HET elpiji bersubsidi di Lombok
Sekda menambahkan proyek pembangunan dapur MBG bukan sekadar membangun fasilitas fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini.
Karena itu, dapur MBG dilengkapi dengan fasilitas standar higienis yang ketat serta melibatkan tenaga ahli gizi lokal untuk menyusun menu seimbang bagi anak-anak. Selain fokus pada kesehatan anak, keberadaan dapur MBG diproyeksikan menggerakkan roda ekonomi lokal, sebab pasokan bahan baku, seperti beras, sayur, lauk-pauk, hingga susu nantinya diserap langsung dari para petani, peternak, dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sekitarnya.
"Kami berharap keberadaan dapur MBG tersebut bisa memberikan dampak terhadap peningkatan kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat di kota ini," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026