Mataram (ANTARA) - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Barat, Ni Ketut Wolini mendorong pemerintah provinsi untuk mengembangkan potensi pariwisata di kawasan Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora (Samota) yang ada di Pulau Sumbawa.

"Saya lihat sangat potensial ya. Di Samota kan ada pantai, teluk, Pulau Moyo dan wisata alam Tambora. Pemandangannya juga luar biasa. Kalau ini dikembangkan tentu berdampak baik bagi perekonomian daerah," ujarnya di Mataram, Sabtu.

Menurut dia, jika kawasan tersebut dikembangkan dengan maksimal, maka kawasan itu bisa menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di NTB. Terlebih lagi dalam waktu dekat wilayah tersebut akan menjadi lokasi kegiatan balap motorcross dunia, yakni Motorcross Grand Prix (MXGP) yang dihelat pada 24-26 Juni 2022.

Bersama sejumlah perwakilan asosiasi pariwisata, Ketua PHRI NTB, Ni Ketut Wolini melakukan kunjungan lapangan ke kawasan, Rabu (25/5).

Wolini mengatakan, MXGP Samota 2022 bisa menjadi titik awal membangkitkan pariwisata di pulau Sumbawa.

Dengan digelarnya kegiatan internasional itu, infrastruktur dan sarana pendukung pariwisata di sana turut dibenahi, seperti akses jalan, bandara, dan juga pelabuhan.

"Kita berharap MXGP Samota bisa menjadikan pariwisata di Sumbawa bangkit. Karena itu kami para pelaku pariwisata juga siap mendukung dan mempromosikannya," katanya.

Ia berharap, potensi ini juga digarap serius oleh Pemda, baik Pemprov NTB maupun Pemda di Pulau Sumbawa, termasuk Pemda Kabupaten Sumbawa.

Menurut dia, Pemda harus bisa dan aktif menggaet calon-calon investor untuk mulai menanamkan investasi di sana. Mulai dari perhotelan dan jasa wisata lainnya.

Selain itu sinergitas dengan para pelaku wisata juga harus terus dilakukan ke depannya.

"Saya rasa kalau semuanya bersinergi, tentu percepatan pengembangan pariwisata di Sumbawa bisa lebih optimal. Hal ini juga disambut baik Wakil Bupati Sumbawa, Hj Dewi Noviany saat kami berkunjung ke Samota," katanya.
 

Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024