Pesparawi beri sumbangsih besar kerukunan antarumat beragama
Selasa, 21 Juni 2022 6:26 WIB
Pembukaan Pesparawi Nasional XIII di Candi Prambanan, Senin (20/06) malam. (ANTARA/Luqman Hakim)
Yogyakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa'adi menilai Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) yang digelar setiap tiga tahun sekali memberi sumbangsih besar bagi pengembangan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
"Dalam konteks masyarakat majemuk, Pesparawi yang diselenggarakan secara bergantian memberikan sumbangsih besar dalam menunjukkan rasa cinta, nasionalisme, dan mengembangkan kerukunan hidup antarumat beragama di Indonesia," kata Zainut Tauhid saat membuka Pesparawi Nasional XIII di Candi Prambanan, Yogyakarta, Senin (20/1) malam.
Menurut Zainut, penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIII di Candi Prambanan yang merupakan candi terbesar Umat Hindu di Indonesia juga sekaligus menunjukkan bahwa tidak ada dinding pemisah antarumat beragama.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan paduan suara tak sekadar tentang indah merdua suara. "Apabila dimaknai secara filsafati, paduan suara selaras dengan ajaran moral khas Yogyakarta, yaitu 'sawiji greget, sengguh, ora mingkuh'. Kearifan lokal ini lahir dari buah pikir Sri Sultan Hamengku Buwono I, yang juga peletak dasar Kasultanan Ngayogyakarta," kata dia.
Baca juga: Kemendagri mengawasi ketat PPKM mikro lima daerah selama liburan
Dengan harapan, agar para peserta bisa lebih mengenal nilai budaya dan kearifan lokal Yogyakarta. Semogalah pula, para peserta masih sempat menghirup suasana Yogyakarta dengan serba kesahajaannya, di tengah-tengah senyum ramah masyarakat, khasanah wisata, dan budaya yang melingkupinya, katanya
"Dalam konteks masyarakat majemuk, Pesparawi yang diselenggarakan secara bergantian memberikan sumbangsih besar dalam menunjukkan rasa cinta, nasionalisme, dan mengembangkan kerukunan hidup antarumat beragama di Indonesia," kata Zainut Tauhid saat membuka Pesparawi Nasional XIII di Candi Prambanan, Yogyakarta, Senin (20/1) malam.
Menurut Zainut, penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIII di Candi Prambanan yang merupakan candi terbesar Umat Hindu di Indonesia juga sekaligus menunjukkan bahwa tidak ada dinding pemisah antarumat beragama.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan paduan suara tak sekadar tentang indah merdua suara. "Apabila dimaknai secara filsafati, paduan suara selaras dengan ajaran moral khas Yogyakarta, yaitu 'sawiji greget, sengguh, ora mingkuh'. Kearifan lokal ini lahir dari buah pikir Sri Sultan Hamengku Buwono I, yang juga peletak dasar Kasultanan Ngayogyakarta," kata dia.
Baca juga: Kemendagri mengawasi ketat PPKM mikro lima daerah selama liburan
Dengan harapan, agar para peserta bisa lebih mengenal nilai budaya dan kearifan lokal Yogyakarta. Semogalah pula, para peserta masih sempat menghirup suasana Yogyakarta dengan serba kesahajaannya, di tengah-tengah senyum ramah masyarakat, khasanah wisata, dan budaya yang melingkupinya, katanya
Pewarta : Luqman Hakim
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wamenag Romo Muhammad tegaskan layanan KUA tidak boleh lambat dan berbelit-belit
23 January 2026 8:02 WIB
Wamenag soroti kontestasi ideologi gerakan Islam pada ruang digital
10 November 2022 21:58 WIB, 2022
Wamenag mengajak ponpes ikuti jejak Ponpes Maraqitta'limat Lombok Timur
27 January 2022 18:04 WIB, 2022