Dikes NTB bantah pasien positif Omicron XBB terjadi di Lombok
Selasa, 25 Oktober 2022 19:34 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat (NTB), dr. H. Lalu Hamzi Fikri. (ANTARA/Nur Imansyah).
Mataram (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat, dr Lalu Hamzi Fikri, membantah kabar pasien berjenis kelamin perempuan berinisial JK (29) warga Surabaya, Jawa Timur yang dinyatakan positif COVID-19 sub varian Omicron XBB, pernah datang ke Lombok.
"Tidak benar pasien itu pernah ke Lombok, bahkan tidak ada memiliki riwayat masuk ke NTB," tegas dr Hamzi Fikri di Mataram, Senin.
Hamzi mengatakan, pihaknya sudah menelusuri dan melakukan tracking kontak terhadap pasien dan melakukan koordinasi dengan KKP dan Rumah Sakit Umum Daerah Jawa Timur. "Kami sudah menghubungi langsung pasien yang berada di Surabaya tersebut, dan pernyataannya tidak pernah ke Lombok," ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa pasien berinisial JK asal Surabaya tersebut, setelah dikonfirmasi dan berdasarkan data, tidak memiliki riwayat perjalanan ke NTB, namun yang bersangkutan mengaku memiliki riwayat bepergian dan bekerja di NTT. "Tidak ada transit pesawat dari NTT ke NTB, namun pesawat yang ditumpangi langsung dari NTT ke Surabaya," ungkap mantan Direktur Utama RSUP NTB tersebut.
Diketahui pasien tersebut, terkonfirmasi positif pada 26 September 2022 di RS Nasional Surabaya dan saat ini telah dinyatakan sembuh per tanggal 3 Oktober 2022. "Pasien tersebut juga tidak terekam pada All Record NTB," ujar Hamzi Fikri.
Baca juga: Stok vaksin penguat tahap dua untuk nakes di Kota Mataram kosong
Baca juga: Pemkot Mataram siap mendukung layanan booster di ruang publik
Selain itu, sambungnya bahwa Tim Surveilans Provinsi NTB, tidak pernah mendapatkan notifikasi dari wilayah lain terkait keberadaan kontak erat pasien tersebut di wilayah NTB. Ia menambahkan berdasarkan data per hari di NTB hanya terkonfirmasi dua pasien saja. "Perkembangan kasus harian NTB saat ini tetap terjaga pada Level 1," katanya.
"Tidak benar pasien itu pernah ke Lombok, bahkan tidak ada memiliki riwayat masuk ke NTB," tegas dr Hamzi Fikri di Mataram, Senin.
Hamzi mengatakan, pihaknya sudah menelusuri dan melakukan tracking kontak terhadap pasien dan melakukan koordinasi dengan KKP dan Rumah Sakit Umum Daerah Jawa Timur. "Kami sudah menghubungi langsung pasien yang berada di Surabaya tersebut, dan pernyataannya tidak pernah ke Lombok," ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa pasien berinisial JK asal Surabaya tersebut, setelah dikonfirmasi dan berdasarkan data, tidak memiliki riwayat perjalanan ke NTB, namun yang bersangkutan mengaku memiliki riwayat bepergian dan bekerja di NTT. "Tidak ada transit pesawat dari NTT ke NTB, namun pesawat yang ditumpangi langsung dari NTT ke Surabaya," ungkap mantan Direktur Utama RSUP NTB tersebut.
Diketahui pasien tersebut, terkonfirmasi positif pada 26 September 2022 di RS Nasional Surabaya dan saat ini telah dinyatakan sembuh per tanggal 3 Oktober 2022. "Pasien tersebut juga tidak terekam pada All Record NTB," ujar Hamzi Fikri.
Baca juga: Stok vaksin penguat tahap dua untuk nakes di Kota Mataram kosong
Baca juga: Pemkot Mataram siap mendukung layanan booster di ruang publik
Selain itu, sambungnya bahwa Tim Surveilans Provinsi NTB, tidak pernah mendapatkan notifikasi dari wilayah lain terkait keberadaan kontak erat pasien tersebut di wilayah NTB. Ia menambahkan berdasarkan data per hari di NTB hanya terkonfirmasi dua pasien saja. "Perkembangan kasus harian NTB saat ini tetap terjaga pada Level 1," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polresta Mataram rampungkan petunjuk jaksa terkait korupsi masker COVID-19
15 January 2026 15:20 WIB
Polresta Mataram rampungkan berkas korupsi masker COVID milik empat tersangka
08 August 2025 18:34 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Anggota DPD RI Lia Istifhama apresiasi program revitalisasi sekolah, Jatim tertinggi usulan Nasional
30 January 2026 17:35 WIB
Senator Lia Istifhama: Penyederhanaan verifikasi BPJS perkuat perlindungan dana jamaah haji
30 January 2026 17:29 WIB