Mataram (ANTARA) - Karantina Pertanian Mataram, menggalakkan Gerakan Peningkatan Tiga Kali Lipat Ekspor Komoditas Pertanian (Gratieks) melalui pemberian bimbingan teknis kepada petani vanili di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kepala Badan Karantina Pertanian Mataram, Bambang, mengatakan memberikan apresiasi kepada salah satu petani eksportir vanili bernama Muhir, sebagai satu-satunya eksportir vanili asal Lombok yang memiliki sertifikat organik standar USDA yang disertifikasi oleh Control Union - Amerika, karena mau mengajak dan membagi peluang ekspor vanili ke Amerika kepada para petani vanili Lombok lainnya.

"Hari ini saya merasa bangga berada di tengah-tengah orang hebat. Petani nya hebat, pelaku usahanya hebat, pemerintah daerahnya hebat dan teman-teman Karantina Pertanian Mataram yang juga hebat sehingga bisa terjadi kolaborasi yang baik untuk memacu peningkatan ekspor komoditas unggulan Mataram ini," ujar Bambang saat memberikan sambutan bimbingan teknis (Bimtek) ekspor vanili organik dalam keterangan tertulis diterima wartawan di Mataram, Senin.

Ia mengatakan sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang telah menetapkan Barantan sebagai penanggung jawab Gratieks, bahwa untuk mewujudkan target-target peningkatan tiga kali lipat ekspor komoditas pertanian tentu Barantan tidak bisa sendirian dalam mewujudkannya.

Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi yang baik dari semua lini pemangku kepentingan untuk saling mendukung dan berkontribusi dalam upaya peningkatan ekspor komoditas pertanian.

"Di tahun 2022 ekspor vanili ke Amerika hanya mencapai 3 ton. Padahal potensi permintaan pasar ekspor Amerika yang belum terpenuhi mencapai 9 ton. Ini sebuah peluang besar yang harus ditangkap bersama agar bisa segera terpenuhi untuk meningkatkan kesejahteraan para petani vanili di Mataram," katanya.

Sementara itu, petani eksportir vanili organik Lombok, Muhir mengatakan potensi ekspor vanili organik terus meningkat signifikan berkat program Gratieks.

"Saya sudah memulai ekspor vanili sejak 2010, untuk memenuhi permintaan pasar Amerika. Saya hanya memiliki satu kelompok tani yang menjadi pemasok bahan baku. Namun sejak tahun 2020 saya mengenal program Gratieks-nya, saat ini sudah ada 6 kelompok tani yang bisa bergabung menjadi pemasok bahan baku ekspor vanili," ujar Muhir.

Menurut Muhir sejak ia mengikuti program Gratieks Kementerian Pertanian, ia mendapatkan kemudahan dan percepatan proses sertifikasi ekspor.

Muhir juga menceritakan bahwa dahulu ia harus melakukan sertifikasi ekspor di Denpasar. Barang sudah dikemas dari Mataram sampai Denpasar harus dibongkar lagi untuk diperiksa. Namun saat ini, kata Muhir, sudah tidak lagi, karena ia bisa lakukan pemeriksaan dan sertifikasi ekspor di Karantina Pertanian Mataram.

"Jadi sampai Denpasar bisa langsung terbang ke Amerika," terangnya.

Ia menambahkan melalui program Gratieks yang dilaksanakan Karantina Pertanian Mataram, ia dan kelompok tani vanili mendapatkan fasilitasi sosialisasi, bimbingan teknis sampai dengan pendampingan bertemu dengan para pihak terkait yang dapat membantu untuk memenuhi kekurangan-kekurangan dalam memenuhi persyaratan ekspor.

Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024