Harga emas terdongkrak 1,10 dolar
Rabu, 7 Desember 2022 5:06 WIB
Ilustrasi emas batangan dan uang kertas dolar AS dalam brankas. ANTARA/REUTERS/Heinz-Peter Bader/aa.
Chicago (ANTARA) - Harga emas sedikit terangkat di akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), berbalik menguat dari penurunan tajam sehari sebelumnya. Namun, masih tetap berada di bawah level psikologis 1.800 dolar AS karena imbal hasil obligasi pemerintah AS melemah.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di Divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 1,10 dolar AS atau 0,06 persen menjadi ditutup pada 1.782,40 dolar AS per ounce setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di 1.793,20 dolar AS dan terendah sesi di 1.779,10 dolar AS.
Emas berjangka anjlok 28,30 dolar AS atau 1,56 persen menjadi 1.781,30 dolar AS pada hari Senin (5/12) setelah tergelincir 5,60 dolar AS atau 0,31 persen menjadi 1.809,60 dolar AS pada hari Jumat (2/12), dan melonjak 55,3 atau 3,14 persen menjadi 1.815,20 dolar AS pada hari Kamis (1/12).
Kenaikan emas pada hari Selasa (6/12) juga merupakan koreksi dari penurunan tajam pada hari Senin (5/12). Meski demikian, indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS akan tetap menjadi pendorong utama harga emas.
Baca juga: Emas anjlok 28,30 dolar AS, terseret oleh "greenback" kuat
Baca juga: Emas melonjak 55,30 dolar AS dipicu "greenback" melemah
Secara teknis, menurut analis pasar, emas telah diperdagangkan naik selama 2—3 minggu dan sebuah higher low muncul di area 1.760 dolar AS hingga 1.765 dolar AS, naik dari level terendah sebelumnya di dekat 1.725 dolar AS.
Investor juga menunggu pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve minggu depan. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada bulan Maret turun 8,2 sen atau 0,37 persen, menjadi ditutup pada 22,335 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman pada bulan Januari turun 12,1 dolar AS atau 1,2 persen menjadi ditutup pada 995,40 dolar AS per ounce.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di Divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 1,10 dolar AS atau 0,06 persen menjadi ditutup pada 1.782,40 dolar AS per ounce setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di 1.793,20 dolar AS dan terendah sesi di 1.779,10 dolar AS.
Emas berjangka anjlok 28,30 dolar AS atau 1,56 persen menjadi 1.781,30 dolar AS pada hari Senin (5/12) setelah tergelincir 5,60 dolar AS atau 0,31 persen menjadi 1.809,60 dolar AS pada hari Jumat (2/12), dan melonjak 55,3 atau 3,14 persen menjadi 1.815,20 dolar AS pada hari Kamis (1/12).
Kenaikan emas pada hari Selasa (6/12) juga merupakan koreksi dari penurunan tajam pada hari Senin (5/12). Meski demikian, indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS akan tetap menjadi pendorong utama harga emas.
Baca juga: Emas anjlok 28,30 dolar AS, terseret oleh "greenback" kuat
Baca juga: Emas melonjak 55,30 dolar AS dipicu "greenback" melemah
Secara teknis, menurut analis pasar, emas telah diperdagangkan naik selama 2—3 minggu dan sebuah higher low muncul di area 1.760 dolar AS hingga 1.765 dolar AS, naik dari level terendah sebelumnya di dekat 1.725 dolar AS.
Investor juga menunggu pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve minggu depan. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada bulan Maret turun 8,2 sen atau 0,37 persen, menjadi ditutup pada 22,335 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman pada bulan Januari turun 12,1 dolar AS atau 1,2 persen menjadi ditutup pada 995,40 dolar AS per ounce.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga emas Antam hari ini stabil di angka Rp2,947 juta/gr, Kamis 12 Februari 2026
12 February 2026 10:20 WIB
Harga emas UBS hari ini Rp3,002 juta/gr dan Galeri24 Rp2,987 juta/gr, Kamis 12 Februari 2026
12 February 2026 8:11 WIB
Harga emas Antam hari ini turun jadi Rp2,947 juta per gram, Rabu 11 Februari 2026
11 February 2026 9:26 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Menkeu optimistis ekonomi tumbuh 5,6 persen berkat diskon transportasi Idul Fitri
12 February 2026 19:23 WIB